2014/12/24

Janji Masa Kecil (Part 3)

"Hai Clarissa! Apa kabarmu? Dengan kau terimanya surat ini, kau pasti masih mengingatku dan aku sangat senang akan hal itu. Apakah kau tahu? Aku selalu menantikan hari ini, hari dimana kita bertemu untuk kedua kalinya :) Dan aku juga ingin meminta maaf padamu, sssttttt.... jangan bersedih Clarissa, hapuslah air matamu itu. Dengarkan aku, kau harus tetap tersenyum ketika membaca suratku ini. Senyuuuum!!! :)
Baiklah, akan aku lanjutkan. Aku minta maaf karena ragaku saat ini tidak ada bersamamu, tapi percayalah, jiwa dan hatiku pasti akan selalu bersamamu Clarissa...
Aku sebenarnya tidak menginginkan hal ini, tapi apa dayaku, Tuhan menganugerahkanku penyakit ini: Kanker otak. Kata dokter, sisa hidupku hanya tinggal 4 bulan lagi, itu berarti bulan April 2014, sedangkan kita bertemu pada bulan Juni 2014. Aku berharap bahwa Tuhan memperpanjang usiaku 2 bulaaaannn saja... Aku pasti bisa bertemu denganmu...
Aku berharap kau tidak membaca surat ini dan bisa bertemu denganku, tapi apabila kau mendapatkan surat ini, itu berarti ragaku memang sudah tiada...
Clarissa, kau harus tahu betapa aku sangat merindukanmu. Selama aku menjalani hari-hariku, aku selalu mengingat wajah cantikmu. Tidak pernah aku berpaling kepada wanita lain, karena entah kenapa aku begitu sangat yakin bahwa kau juga merasakan hal yang sama denganku, bahwa kita akan bersatu, bahwa kau akan menjadi milikku...
Ketika teman-temanku yang lain bergonta-ganti pasangan dengan alasan 'mencari yang terbaik', aku di sini justru teguh pada hati dan pendirianku bahwa aku hanya ingin dirimu saja, Clarissa...
Clarissa, percayalah bahwa aku sangat mencintaimu. Aku di sini akan selalu mendoakan yang terbaik bagimu.
Oh iya, aku memiliki sebuah permintaan padamu. Aku ingin kau melupakanku, Clarissa. Janganlah kau larut di dalam kesedihan hanya karena aku. Lupakanlah aku, Clarissa...
Kau adalah wanita yang begitu cantik. Banyak pria yang tertarik padamu. Jangan kau sia-siakan hidupmu hanya karena aku yang sudah tiada ini... Ingatlah Clarissa, aku selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Mulai sekarang, lupakanlah aku dan temukanlah pria yang tepat bagimu. Kau harus tetap tersenyum dan melanjutkan hidupmu. Perjalananmu masih sangat panjang, Clarissa... Tidak seperti aku...
Baiklah, aku akhiri dulu suratku ini. Ibuku akan memberikan beberapa surat lagi kepadamu. Surat-surat itu adalah tulisan-tulisanku ketika aku sedang memikirkan dirimu.
Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya, Clarissaku...
Aku sangat mencintaimu! Sangat sangat mencintaimu! ♡



Yang sangat mencintaimu,
Yohanes."


Air mata pun mengalir deras di wajahku walaupun bibirku melengkungkan senyuman seperti yang diminta oleh Yohanes. Aku tidak pernah menyangka bahwa akan begini akhir kisah cintaku. Tadinya kupikir inilah awal perjalanan cintaku, tapi...



Bersambung.