2012/12/31

Роза (Александр Сергеевич Пушкин)

Где наша роза,
Друзья мои?
Увяла роза,
Дитя зари.
Не говори:
Так вянет младость.
Не говори:
Вот жизни радость.
Цветку скажи:
Прости, жалею.
И на лилею,
Нам укажи.

posted from Bloggeroid

2012/12/27

Apa ini cuma mimpi? Part 1

BAB I

MIMPI PERTAMA...

"Arlene!!! Ayooo cepat bangun!!! Sekarang sudah pukul 5.30. Cepat bangun pemalas!!". Teriakan mama yang dahsyat membuatku terbangun dan melihat jam wekerku. Astaga! Hari ini ada ujian dan aku belum berangkat sekolah juga?! Mati aku!
Aku melompat dari tempat tidurku, mengambil handuk, dan berlari menuju kamar mandi. Hari ini ujian matematika dan aku terlambat, sungguh pagi yang sangat "indah"!
Ketika selesai mandi aku langsung berpakaian dan yaaa ini sangat tidak rapi. AKU BELUM MENYETERIKA SERAGAM SEKOLAHKU! Ah sudahlah, aku tidak peduli!. Aku memakai dasi, menyisir rambutku yang bergelombang dan cukup panjang sebatas setengah punggung, lalu memakai kaus kaki putih dan sepatu pantopelku yang berhak 4 cm.
Aku mengambil buku yang akan kubawa, memasukkannya ke dalam tasku, dan berlari keluar kamar. Dan untungnya mamaku sudah menyiapkan bekal makanan untuk kubawa ke sekolah. Tak terasa sudah pukul 6.00, sedangkan aku masuk pukul 7.00. Jarak dari rumah ke sekolahku memang sangat jauh. Sekitar satu jam perjalanan, itupun kalau jalanan lancar. Setiap hari hantu "macet" selalu menggentayangi kota ini. Kotaku tercinta. Kota kelahiranku. Jakarta.
"Mama, aku pergi dulu yaaa...", aku berpamitan dengan mama, menjabat dan mencium tangannya. Itulah tradisi kami. Papaku sudah menunggu di luar menunggangi motornya yang cukup tua untuk mengantarku menuju halte bus transjakarta.
"Ayo pa, berangkaaaaatt....!!", ucapku sembari menaiki motor papa. Dengan kecepatan 80 km/jam ayah mengendarai "kuda" tua itu dihiasi oleh suara gedek-gedek nya yang khas seperti suara sepatu kuda. Hahaha motor yang unik, bukan?
"Aku berangkat ya pa, udah telat banged nih", aku menjabat dan mencium tangan ayah. Aku langsung berlari menaiki tangga penyeberangan dan menuju halte bus yang terletak di tengah-tengah trotoar pembatas jalan.
Kulihat jam tanganku yang berwarna silver, dan jantungku langsung berdegup karena waktu telah menunjukkan pukul 6.15. Ketika aku memasuki halte, betapa gembira hatiku ketika melihat bus yang akan tiba dari kejauhan dan antrian pun gak terlalu banyak.
Huuhhh... Akhirnya aku dapat menaiki bus walaupun berdesakan pastinya, tapi aku tidak boleh bersantai begitu saja karena aku tentu akan terlambat. Tapi kupikir segala sesuatu pasti akan mungkin terjadi. Aku percaya itu. Nothing is impossible. Segala sesuatu memungkinkan bagi Tuhan. Bisa saja aku tidak terlambat. Who knows?
Daaaaannn yak! Aku tidak terlambat! Ketika aku memasuki lobby sekolah, bel tanda masuk langsung berbunyi. Di sekolahku pada pagi hari sebelum pelajaran dimulai, diadakan Tadarusan bagi umat Islam, dan untuk yang Kristen diadakan Saat Teduh. Aku berlari menuju ruang kelasku. Ketika sampai aku langsung mengambil Alkitabku dan berlari ke ruang multimedia untuk mengikuti ibadah Saat Teduh.
"Wah Arlene, telat lo ya?! Jiahahaha", ledek salah satu temanku.
"Iya! Bawel ah lo!", balasku jutek.
Saat teduh pun dimulai. Kami mengawalinya dengan menyanyikan lagu puji-pujian bagi Tuhan. Tak lama kemudian masuklah salah seorang adik kelasku, dia laki-laki, dan yaaa cukup tampan bagiku. Dia duduk 3 baris di sebelah kananku. Sebagai seorang remaja perempuan, tentu saja aku terpana melihat adik kelas yang indah dipandang itu. Hatiku berdebar. Tapi kupikir-pikir dia orangnya sangat cuek, dan kenapa aku baru melihat dia sekarang ya? Aku kelas 3 dan dia kelas 2. Sepertinya dia baru selesai menjalani praktek kerja di industri. Ya, tentu saja. Sekolahku adalah sebuah sekolah kejuruan di bidang pariwisata. Setiap siswa yang sudah duduk di kelas 2 diwajibkan untuk mengikuti praktek kerja industri.
Aku bertanya-tanya, siapa nama anak itu? Aku pikir aku mulai menyukainya. Ah, bodoh sekali aku, pikirku. Dia tidak sendirian. Dia bersama temannya, dan aku pun tidak tahu siapa nama temannya itu. Ya sudahlah, mungkin suatu saat nanti aku akan tahu...
Pada jam istirahat ketika aku menuju kantin, aku melihat anak-anak kelas 2 sedang mengikuti pelajaran olahraga. Beberapa ada yang sudah istirahat, sebagian lagi masih bermain futsal. Lalu aku melihat anak lelaki yang tadi! Wooooww... Dia lagi main futsal, ya ampun makin ganteng aja, khayalanku menari-nari memenuhi otakku. Ketika aku duduk di bangku kantin, ada seorang adik kelas yang menyapaku dan mengajakku ngobrol, namanya Juliette. Ternyata dia satu kelas dengan anak lelaki itu!!! Aku pun menanyai adik kelasku tersebut nama dari anak lelaki itu. Christian. Christian Leonard.
"Christian...", ucapku sambil memandangi anak lelaki yang sedang asyik bermain futsal itu.
"Iya kak, namanya Christian Leonard. Kakak mau aku kenalin sama dia?", tanya Juliettte. Dan aku? Tak berkutik!
"Atau kakak mau nomor handphone nya? Aku punya kok", sambungnya penuh semangat ingin membantuku. Oh Juliette please... Aku jadi salah tingkah nih...
"Oh, nggak usah Juli, aku cuma pengen tahu aja kok. Soalnya aku cuma penasaran sama namanya, dan gak ada maksud apa-apa. Hehehe...", tolakku dengan halus, padahal hatiku ingin sekali mengetahui dia lebih jauh.
Christian Leonard.
Sepanjang jam pelajaran nama itu selalu terngiang di otakku, aku tak dapat berkonsentrasi mengikuti pelajaran. Tapi untung saja ulangan matematika sudah tuntas! Huuufffttt.... Aku bebas memikirkan Christian.
"Len, minjem handphone lo dong"
"............."
"Len, minjem handphone..."
"............."
"Arlene Samantha! Eh buset dah minjem handphone! Budek lu yee!", bentak temanku karena aku tidak mendengarnya memanggilku. Ia duduk di belakangku.
"Eh maaf Pooja, gue gak denger. Hehehe... Nih handphone nya", ucapku seraya memberikan handphone.
"Lu lagi mikirin apaan sih Len? Dari tadi nih gue perhatiin lu itu bengooong aja, senyum-senyum sendiri lah, aneh banged. Lu kenapa sih? Lagi jatuh cinta yaa?? Ciyeee akhirnya seorang Arlene hatinya diluluhkan! Salut gue! Siapa sih Len? Cerita dong sama gue!", celoteh Pooja yang sangat bawel itu.
"Yaelah ni India, bawel banged dah! Entar juga lu tau kok..."
"Aaahhh Arlene, cerita dong.... Ada apaan sih?? Cerita kek...", Pooja memohon kepadaku.
Aku dan Pooja memang sangat akrab. Apapun yang terjadi pasti aku ceritakan padanya. Begitu juga dia. Kami saling terbuka dan memiliki hobi yang sama yaitu menyanyi dan mendengarkan lagu-lagu wedding dan romantis. Kami sangat menikmati lagu-lagu itu! So sweet...
"Pooja, gue lagi demen nih sama seseorang. Tapi dia adik kelas kita!", akuku sedikit malu.
"Waaahhh ciyeeee Arleneeee.... Tuh kan gue bener! Siapa Len? Siapa namanya??", tanya Pooja penasaran.
Aku menarik napas panjang, "Christian Leonard".
"Christian Leonard? Gue baru denger deh Len. Dia kelas berapa?", tanya Pooja yang semakin penasaran.
"Kelas 2 Perhotelan".
Waktu menunjukkan pukul 3 siang, bel pun berbunyi dan itu tandanya pelajaran hari ini telah berakhir. Seperti biasanya aku pulang naik bus transjakarta. Sendirian.
Aku pun memasuki halte dan ikut mengantri menunggu bus tentunya, sambil masih memikirkan Christian. Oh Christian... Aku.. Aku.. Sepertinya aku benar-benar dimabuk asmara. Aku baru merasakan cinta pada pandangan pertama! Khayalanku terus menjelajahi otakku. Gelora asmara yang tidak seperti biasa aku rasakan sebelumnya, kali ini berbeda! Entahlah... Aku merasa gembira ketika memikirkan nama Christian Leonard...
"Hai kak", sapa seseorang di belakangku. Aku pun menoleh dan... ASTAGA! CHRISTIAN MENYAPAKU! Jantungku berdegup sangat kencang, dadaku sesak, aku seperti tak dapat bernafas. Mataku membelalak tidak percaya bahwa ITU CHRISTIAN! Aku terdiam, tak dapat berkata sepatah kata pun. Ini seperti mimpi!
"Kak? Kenapa?", tanya Christian kepadaku.
Ya Tuhaaaaannn.... Aku benar-benar gak nyangka kalau Christian akan menyapaku. Tapi aku heran, kenapa Christian naik bus transjakarta? Padahal temannya bilang kalau rumahnya dia itu di daerah Duren Tiga dan yang pasti dia selalu naik kopaja P 20. Dan satu hal lagi, dia menyapaku? Darimana dia tahu mengenai aku? Sepertinya aku belum pernah bertegur sapa dengannya... Well, memang belum pernah.
"Eh, errrmm oh, enggak kok, enggak ada apa-apa. Halo juga...", jawabku terbata-bata. Gila, aku jadi salah tingkah begini ada Christian, waduuuhhh gawat nih, pikirku cemas.
"Kakak pulang sendiri ya? Rumah kakak di mana emangnya?", tanyanya lagi.
"Aku selalu pulang sendiri kok. Rumahku di Pulo Gadung. Kalo kamu?", tanyaku untuk memastikan.
"Duren Tiga kak. Tapi aku lagi mau jalan jauh nih, males di rumah. Aku ikut anter kakak aja ya? Boleh kan?", Christian memohon.
Sekali lagi, aku membisu! Tak tahu apa lagi yang akan ku ucapkan. Rasanya aku ingin teriak : YA! TENTU CHRISTIAN! TENTU SAJA! AKU SANGAT SENANG KAMU MENEMANIKU! MENEMANIKU UNTUK SE-LA-MA-NYA!!! Yaaah tentu saja tidak mungkin aku berkata selancang itu.
"Kamu yakin? Itu kan jauh banged kali. Nanti kalo kamu pulang kesorean gimana? Gak dicariin apa nanti sama orang tua kamu?"
"Enggak kok kak. Aku juga pengen ngobrol kok sama kakak. Boleh ya kak..", Christian memohon lagi.
Aku lemah. Amat sangat lemah dibuatnya. "Baiklah. Tapi jangan bosan ya di jalan", izinku.
"Oke deh, thanks ya kak Arlene", jawab Christian penuh semangat.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman hangat, karena hatiku terlampau gembira. Christian Leonard! Pencuri hatiku...
Sepanjang perjalanan aku dan dia berbicara tentang kisah-kisah ketika masa praktek kerja industri. Aku menceritakan bagaimana masa-masa praktek kerja industriku, dan dia pun melakukan hal yang sama. Semua yang dia ceritakan sudah diceritakan oleh temannya, Juliette.
Ketika sampai di halte transit Dukuh Atas, antrianku terpisah darinya, namun aku dan dia masih bisa saling melihat. Tak lama kemudian bus pun datang dan kami memasuki bus tersebut. Christian berada di bagian belakang, sedangkan aku berada di depan. Bus yang kami tumpangi adalah bus gandeng jadi sangat sulit bagiku dan Christian untuk dapat bertemu karena bus tersebut juga penuh sesak.
Mataku selalu mencari-cari Christian, dan ketika melihatnya hatiku menjadi amat lega. Christian pun melihatku. Tatapan matanya yang begitu tulus membuat hatiku luluh. Ya Tuhan, apa ini yang namanya cinta? Aku... Aku... Aku bahagiaaaaa....
Pemberhentian berikutnya halte Pramuka BPKP. Biasanya di halte ini banyak orang yang transit menuju ke Tanjung Priuk atau Cililitan. Dan aku nampak Christian terdorong oleh kerumunan orang banyak yang mengakibatkan dia juga ikut turun di halte itu.
"CHRISTIAN.......!!!!"
Aku terlambat. Ya, aku terlambat turun. Pintu bus sudah terlanjur tertutup dan bus melanjutkan perjalanannya. Sial, pikirku. Aku pun belum meminta nomor handphone-nya. Sekali lagi, sial!
Lalu aku pun memutuskan untuk turun di halte berikutnya dan kembali lagi ke halte Pramuka BPKP. Aku mencari-cari Christian tetapi aku tidak menemukannya. Aku menunggunya di halte tersebut sampai tak terasa senja telah tiba. Aku pun kembali ke rumah, dan menangis. Entah kenapa hal seperti ini membuatku menangis. Padahal, aku dikenal sebagai anak yang sangat sulit untuk mengeluarkan setetes air mata. Aku sangat sulit untuk menangis, tetapi kali ini, seorang Christian berhasil membuatku menangis. Seorang gadis sepertiku? Mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta?


To be continue...

2012/10/19

Takkan Ada Lagi

tidak,
aku tidak akan melupakanmu
walau tampak ku acuhkanmu

ketahuilah,
perasaan ini bagaikan sungai
yang akan mengalir selamanya

bukan,
bukan seperti bunga
yang hanya berkembang di musim semi

maaf,
kulakukan semua ini
agar rasa ini pudar

jangan,
jangan pernah terlintas di pikiranmu
untuk menjauh dariku

cinta,
ya tentu, cinta
yang tak boleh terjadi di antara kita

rasa,
hanya akan kupendam
akan terkubur di dalam lubuk hatiku

untukmu,
takkan ada lagi..

posted from Bloggeroid

Демоны и Ангелы

ku tutupi hatiku dengan selimut dusta
menutup mataku dari kenyataan perasaan...

kutemukan jurang pemisah yang sangat curam di antara kita
yang takkan dapat kita lewati


suatu kisah klasik
yang mungkin bukan hanya kita yang mengalami

minyak dan air
gelap dan terang
iblis dan malaikat
kamu dan aku

berbeda,
tak dapat bersatu

kulepaskan genggaman cinta ini
kubuang jauh, kubiarkan ia mengalir hingga samudera

biarlah, biar
tak ada seorangpun yang dapat menemukannya lagi
tanpa terkecuali kita

takkan ada lagi cinta
takkan ada lagi rasa
takkan ada lagi kisah
takkan ada lagi kisah rasa cinta..

yang ada hanyalah kita,
kawan..
yang ada hanyalah kita,
kenangan..

suatu kisah
yang memiliki ujung
tak menentu..

namun kita, hanya kenangan..

posted from Bloggeroid

2012/08/09

Aku menyayangimu, "kakak" ku :)

Aku...
Aku tak paham dengan rasa ini
Aku tak tahu harus berbuat apa
Apakah aku mencintai dia?
Aku rasa... aku memang mencintainya
Tapi... iman kami berbeda :'(
Itulah yang membuatku menghindari perkataan tersebut...
Aku tak boleh jatuh cinta padanya, tidak boleh! tidak akan! takkan mungkin!
Aku dan dia takkan mungkin dapat bersatu...
Aku dan dia memang sangat akrab, ya... kami memang dekat, namun itu semua hanya sebatas kawan, dan aku juga tak inginkan sesuatu yang lebih darinya.
Tetapi, rasa ini takkan bisa berbohong. Setiap aku berinteraksi dengannya, ada perasaan bahagia tersendiri yg aku rasakan...
Ini sangat berbeda dari yang sebelumnya dan sangat berbeda pula ketika aku melakukan hal yang sama dengan orang lain...
Apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya?
Ketika aku mendengar bahwa dia memiliki penggemar dan dia pun mendekati orang itu, aku sangat senang. Jujur, aku sangat senang.
Namun, entah kenapa hatiku memberontak.
Hatiku seperti tak merelakan, tak ikut bahagia seperti apa yqng aku lakukan. Berulang kali aku mencoba untuk mengendalikan perasaanku... AKU GAGAL! Aku tak tahu apalagi yang bisa aku perbuat...
Ya... terkadang cinta memang butuh pengorbanan...
Aku bahagia melihat dia bahagia :)
Sungguh sangat bahagia melihat dia kini telah memiliki tambatan hatinya lagi setelah sekian lama dia tersakiti hatinya oleh seorang wanita...
Dia menceritakan hal-hal tersebut padaku, dan aku pun menceritakan kisah-kisah cintaku kepadanya. Kami saling bercerita, mencurahkan isi hati, dan sebagainya. Aku lebih senang jika dia menjadi kakakku ketimbang menjadi kekasihku.
Aku merasa nyaman dengan kondisiku seperti ini dengannya, aku menjadi seorang adik baginya, dan dia menjadi seorang kakak bagiku. Tempat aku mencurahkan isi hatikuketika suka dan duka melanda diriku...
Aku menyayangimu "kakak" ku (ง´▽`)ง
Kita akan selalu menjadi seperti keluarga yang saling melengkapi. Aku tak akan sungkan mendengarkan keluh kesah dan bahagiamu.
Apapun itu, aku akan selalu bersedia menjadi pendengar setiamu, memberikan saran, dan menjadi teman canda tawamu :')

Bahagiaku, bahagiaku...


Dari adikmu yang menyayangimu selalu...

Мария Пэтрисия ♡(\ ´▽`)/♡

posted from Bloggeroid

2012/05/23

Aku Rindu... Kamu.

Aku rindu...
Kamu yang dulu.
Aku rindu...
Kamu yang selalu perhatian.
Aku rindu...
Kamu yang selalu ada untukku.
Aku rindu...
Kamu yang menghapus air mataku.
Aku rindu...
Kamu yang buatku bahagia.
Aku rindu...
Kamu yang menghibur aku disaat ku merasa sedih.
Aku rindu...
Kamu yang menjagaku disaat ku merasa terancam.
Aku rindu...
Kamu yang menemaniku disaat aku kesepian.
Aku rindu...
Kamu yang membuat hatiku riang disaat ku merasa sepi.
Aku rindu...
Kamu yang selalu mengkhawatirkan aku.
Aku rindu...
Kamu yang selalu memedulikan aku.
Aku rindu...
Kamu yang selalu mendengarkan curhatku.
Aku rindu...
Kamu yang menjadi dirimu apa adanya.
Aku rindu...
Kamu yang selalu bilang "I Love You".
Aku rindu...
Kamu yang selalu memperhatikanku disaatku sedang bekerja :)
Aku rindu...
Kamu yang selalu memberikanku nasehat.
Aku rindu...
Kamu yang selalu memperingatkan aku hal-hal kecil yang terkadang aku remehkan.
Aku rindu...
Kamu yang tidak berhenti menyemangatiku.
Aku rindu...
Kamu yang suka menceritakan hal-hal unik tentang dirimu.
Aku rindu...
Kamu yang selalu memelukku.
Aku rindu...
Kamu yang selalu memberikan senyuman hangat setiap hari.
Aku rindu...
Kamu yang selalu membelikanku es krim.
Aku rindu...
Kamu yang selalu membelikanku susu X))
Aku rindu...
Kamu yang telah membuat hari-hariku berwarna.
Aku rindu...
Kamu yang bagiku adalah seseorang yang paling berbeda.
Aku rindu...
Kamu yang memiliki sifat iseng yang membuatku terhibur X))
Aku rindu...
Kamu yang selalu menghubungiku setiap hari.
Aku rindu...
Kamu yang selalu setia.
Aku rindu...
Kamu yang selalu bilang "I Miss You".

Aku rindu...
KAMU.


Dedicated to someone special in my life :)
My dearest heart :)
(JP)

posted from Bloggeroid

2012/05/20

Sastra Rusia, impianku yang terpendam...

Ya Tuhan, kenapa aku harus menghadapi semua ini?
Aku sudah memendam cita-citaku semenjak di bangku kelas 1 SMP, yaitu memasuki dunia kesusastraan.
Dan pilihanku adalah sastra Rusia.
Ya, semenjak aku kelas 3 SMP, keluarga kami mengalami masalah ekonomi.
Akhirnya akupun mengalah dan memendam cita-citaku yang ingin memasuki dunia SMA dan melanjutkan kuliah mengambil jurusan sastra Rusia.
Aku memasuki dunia SMK jurusan Perhotelan. Di sini aku sama sekali belum mengenal bagaimanakah dunia hotel itu?
Pekerjaan apa saja yang ada di dalam hotel?
Aku sama sekali tidak tahu.
Aku masih amat sangat buta.
Tapi karena aku merasa ingin meringankan beban orang tuaku, aku lupakan mimpiku sejenak, aku kubur mimpiku dalam-dalam.
Sejujurnya aku memang amat terpukul, namun apa dayaku?
Aku berharap dengan masuknya aku ke dalam dunia perhotelan ini, aku akan membahagiakan orang tuaku.
Namun apa yang terjadi?
Setelah aku mempajari dunia perhotelan ini, pada awalnya aku pun sudah agak tidak nyaman, karena aku pikir aku tidak akan cocok bekerja di hotel.
Belum lagi aku memiliki penyakit lemah jantung yang telah aku derita semenjak SMP.
Bekerja di hotel bisa dibilang cukup melelahkan fisik, sedangkan jika dibandingkan dengan penyakitku itu, ya tentu saja umurku bisa dibilang tidak lama lagi. Aku tidak boleh kelelahan. Namun aku tetap melanjutkan studiku di sebuah SMK Negeri jurusan perhotelan.
Satu tahun pun terlewati. Dan saatnya aku melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ketika aku kelas XI. Aku Prakerin di sebuah Hotel bintang 5 di Jakarta dan ditempatkan di bagian Housekeeping.
Ya, bayangkan saja dengan fisik yang lemah dan penyakitku yang acap kali kambuh ketika aku terlalu lelah, aku ditempatkan di bagian Housekeeping Department.
Untunglah di hotel ini anak-anak training diberikan kemudahan, yaitu mengerjakan satu section kamar yang dikerjakan oleh dua anak training, yang jumlah sama dengan senior yang mengerjakan satu section kamar sendiri.
Namun terkadang para trainee diberikan kamar yang lebih karena menferjakan berdua.
Dan pada suatu hari ketika hotel occupancy melonjak drastis, dalam satu section kami mendapat 28 kamar yang semuanya Check Out.
Aku pun kebagian 28 kamar bersama dengan temanku.
Dan alhasil, dari pukul 9 pagi sampai pukul 7 malam aku belum dapat menyelesaikan semua kamar hingga aku pingsan.
Supervisor kami di Housekeeping segera datang dan membawaku ke klinik di hotel.
Aku pun diantar pulang ke rumah.
Keesokan harinya aku langsung sakit dan izin tidak masuk kerja dulu.
Penyakitku kambuh.
Aku sesak napas, jantungku berdebar-debar tak karuan, kepalaku sangat sakit dan semua badanku biru, entahlah rasanya badanku ini sendi-sendinya sudah lepas semua.
Aku terbaring lemah di rumahku.
Dari sini aku berpikir, apakah aku bisa melanjutkan kerja di dunia perhotelan nantinya ketika aku lulus?
Baru seperti ini aku sudah serasa ingin mati, bagaimana nanti jika aku bekerja yang sesungguhnya?
Entahlah apa yang akan terjadi.
Aku mengikuti masa-masa prakerin selama 6 bulan lamanya dan masuk sekolah kembali pada 6 bulan berikutnya di kelas XI.
Lalu aku pun naik ke kelas XII. Di sini aku sudah memiliki rencana untuk mewujudkan kembali mimpiku dengan mengikuti ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Namun apa yang terjadi?
Tepat seminggu sebelum aku mengikuti Ujian Nasional SMA/SMK, ibuku tiba-tiba terserang penyakit stroke.
Aku merasa sangat hancur, ya, sangat hancur.
Tak terbayangkan seminggu lagi aku akan ikut Ujian Nasional, tapi musibah ini malah menimpaku.
Terlintaslah di pikiranku untuk mengubur lagi impianku.
Aku pun ikut Prakerin ke Malaysia selama 6 bulan dan mengikuti studi D1 selama 6 bulan berikutnya.
Lagi-lagi perhotelan!
Dan sekarang, setelah aku akan menyelesaikan studi D1 ini, kawanku menawarkan beasiswa Bidikmisi kepadaku.
Tentu saja aku tak akan menyianyiakan kesempatan ini.
AKU INGIN KULIAH! AKU INGIN KULIAH SEPERTI YANG LAIN! AKU INGIN MERAIH IMPIANKU!
Impianku bukanlah menjadi orang yang memiliki banyak uang, tetapi aku ingin mendalami ilmu sastra, dan menjadi seorang yang berkecimpung ke dalam dunia jurnalistik, BUKAN PERHOTELAN!
Aku mencintai dunia kesusastraan, segala sesuatu yang berhubungan dengan sastra,khususnya Sastra Rusia.
Dengan begitu, aku ingin sekali berbaur dan memiliki banyak teman dari berbagai belahan dunia.
Tidak muluk-muluk, menjadi seseorang yang "ber-uang", bukanlah prioritasku. Tetapi cintaku kepada sastralah yang amat aku idamkan.
Dan yang terjadi sekarang adalah, banyak orang menentangku untuk memasuki dunia sastra.
Tentu saja mereka adalah orang-orang dari dunia perhotelan.
Mereka tidak tahu betapa besar kecintaanku kepada sastra, dan berapa lama mimpiku ini aku pendam!
Aku tahu, orang tuaku memang tidak mampu untuk membiayaiku kuliah, maka dari itu mereka pun menyuruh aku untuk bekerja sambil kuliah.
Tapi aku mencari kampus yang memiliki jurusan sastra Rusia tidak ada kecuali UI dan UNPAD.
Apakah aku harus mengubur impianku ini untuk selamanya?
Apakah aku memang ditakdirkan untuk tidak berkecimpung ke dalam dunia sastra walaupun aku mencintainya, khususnya Sastra Rusia?
Aku tak tahu, berapa lama aku akan bertahan bila aku bekerja di dunia perhotelan.
Mungkin umurku tidak lama lagi.
Jika penyakitku kambuh dan benar-benar parah, aku tak tahu lagi...
Ini jantung, bukan ginjal yang ada dua..
Jantung hanya satu...

Aku harap, dengan adanya bidikmisi ini aku bisa mengikuti kuliah seperti yang lain, dan aku dapat mewujudkan mimpiku mendalami ilmu Sastra Rusia.
Aku percaya Tuhan akan membantuku.
Tuhan akan mendengarkan dan menjawab seruanku!
Aku harus bisa!



_

posted from Bloggeroid

2012/03/19

Chino y Nacho - El Poeta lyrics and translation

Chino & Nacho - El Poeta

Naci para amarte
Yo te daria lo que quieras
Mi corazón mi vida entera
Tú pide que yo te voy a complacer

Quiero recordarte
Que yo soy tuyo cuando quieras
Que yo te amo a mi manera
Quisiera que un dia fueras mi mujer
Mi mujer

Y a si juntos poder algun dia
Vivir la alegria de darnos placer
La razon de esta sutil melodia
De una poesia que te quise hacer

Por ti me he vuelto un poeta
Hago rimas en mi vieja libreta
Miro al cielo esperando un cometa
Para pedirle un deseo
Y es que te traiga hasta aqui

Por ti me he vuelto un poeta
Ya yo tengo mil hojas repletas
Un armario de paginas completas
Que he escrito cuando te veo
Y eso me hace feliz
Muy feliz, feliz, feliz, feliz
Feliz, feliz, feliz

Me hace feliz tenerte
Y es que me imagino al lado tuyo hasta la muerte


English
The poet

I was born to love you
I'd give you whatever you want
My heart, my whole life
You just ask and I'll please you

I want to remind you
That I'm yours whenever you want me
That I love you in my own way
I hope one day you'll be my wife
My wife

And so, together we'll be able
To live happily, one day
The reason of this subtle song
Is a poem that I wanted to write to you

For you I've become a poet
I'm writing down rhymes in my old notebook
I'm looking at the sky waiting for a falling star
To make a wish
And to bring you up here

For you I've become a poet
I've already wrote down a thousand
Of full, complete pages
I'm writing them down whenever I see you
And that makes me happy
So, so, so happy
Happy, happy, happy

Having you makes me happy
And I can see myself by your side until death

posted from Bloggeroid

2012/03/17

Loving you is suicide

My heart feels like it wants to suicide.
You gave me love, but now what?
Now you already changed.
Why?
Is this because of the distance?
If yes, it shows that you don't really love me.
If you really do, I think you can keep your heart for me like I do, because I really love you my dear :')
Please be faithful.
Do you know how does my heart feel??
I can't describe, because it's too hard to describe :'(
And also, don't ever get jealous to me. Do you know why?
Because I can keep our love, and I really love you..
:-*

posted from Bloggeroid

2012/01/22

it's about my story, my life..

heeemmmmm.......
i dont know what i'm doing now, but let me to share all of my story here :)
hehehehehe
^o^v