2015/05/24

Caraku Mencintaimu

Bagiku, cinta tidak perlu diungkapkan dengan kata-kata.
Aku mencintaimu dengan caraku sendiri.
Mendoakanmu di dalam diamku, meminta kepada Tuhan semua yang terbaik untukmu, di setiap detak jantungku, di setiap denyut nadiku...
Aku melakukan apa yang bisa aku lakukan untuk membahagiakanmu.
Tanpa pamrih, kulakukan semuanya sebisaku, tanpa melewati batasanku.
Aku percaya, bahwa nantinya, diamku ini, dan segala doa yang kupanjatkan kepada Tuhan untukmu, akan berbuah manis di kemudian hari :)
Mungkin orang berpikir bahwa aku tidak bisa mengungkapkan rasa cintaku dengan baik. Tapi, aku percaya kalau Tuhan akan memberikan yang terbaik kepadamu dan juga kepadaku.
Aku menyatakan cintaku kepadamu melalui Tuhan. Biarlah Sang Maha Sempurna yang menyampaikannya kepadamu :)


-Mashenka

2014/12/24

Janji Masa Kecil (Part 3)

"Hai Clarissa! Apa kabarmu? Dengan kau terimanya surat ini, kau pasti masih mengingatku dan aku sangat senang akan hal itu. Apakah kau tahu? Aku selalu menantikan hari ini, hari dimana kita bertemu untuk kedua kalinya :) Dan aku juga ingin meminta maaf padamu, sssttttt.... jangan bersedih Clarissa, hapuslah air matamu itu. Dengarkan aku, kau harus tetap tersenyum ketika membaca suratku ini. Senyuuuum!!! :)
Baiklah, akan aku lanjutkan. Aku minta maaf karena ragaku saat ini tidak ada bersamamu, tapi percayalah, jiwa dan hatiku pasti akan selalu bersamamu Clarissa...
Aku sebenarnya tidak menginginkan hal ini, tapi apa dayaku, Tuhan menganugerahkanku penyakit ini: Kanker otak. Kata dokter, sisa hidupku hanya tinggal 4 bulan lagi, itu berarti bulan April 2014, sedangkan kita bertemu pada bulan Juni 2014. Aku berharap bahwa Tuhan memperpanjang usiaku 2 bulaaaannn saja... Aku pasti bisa bertemu denganmu...
Aku berharap kau tidak membaca surat ini dan bisa bertemu denganku, tapi apabila kau mendapatkan surat ini, itu berarti ragaku memang sudah tiada...
Clarissa, kau harus tahu betapa aku sangat merindukanmu. Selama aku menjalani hari-hariku, aku selalu mengingat wajah cantikmu. Tidak pernah aku berpaling kepada wanita lain, karena entah kenapa aku begitu sangat yakin bahwa kau juga merasakan hal yang sama denganku, bahwa kita akan bersatu, bahwa kau akan menjadi milikku...
Ketika teman-temanku yang lain bergonta-ganti pasangan dengan alasan 'mencari yang terbaik', aku di sini justru teguh pada hati dan pendirianku bahwa aku hanya ingin dirimu saja, Clarissa...
Clarissa, percayalah bahwa aku sangat mencintaimu. Aku di sini akan selalu mendoakan yang terbaik bagimu.
Oh iya, aku memiliki sebuah permintaan padamu. Aku ingin kau melupakanku, Clarissa. Janganlah kau larut di dalam kesedihan hanya karena aku. Lupakanlah aku, Clarissa...
Kau adalah wanita yang begitu cantik. Banyak pria yang tertarik padamu. Jangan kau sia-siakan hidupmu hanya karena aku yang sudah tiada ini... Ingatlah Clarissa, aku selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Mulai sekarang, lupakanlah aku dan temukanlah pria yang tepat bagimu. Kau harus tetap tersenyum dan melanjutkan hidupmu. Perjalananmu masih sangat panjang, Clarissa... Tidak seperti aku...
Baiklah, aku akhiri dulu suratku ini. Ibuku akan memberikan beberapa surat lagi kepadamu. Surat-surat itu adalah tulisan-tulisanku ketika aku sedang memikirkan dirimu.
Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya, Clarissaku...
Aku sangat mencintaimu! Sangat sangat mencintaimu! ♡



Yang sangat mencintaimu,
Yohanes."


Air mata pun mengalir deras di wajahku walaupun bibirku melengkungkan senyuman seperti yang diminta oleh Yohanes. Aku tidak pernah menyangka bahwa akan begini akhir kisah cintaku. Tadinya kupikir inilah awal perjalanan cintaku, tapi...



Bersambung.

2014/11/28

Janji Masa Kecil (Part 2)


Belum sempat aku menjawab, ibu itu langsung menunjukkan secarik kertas padaku.
"Ini. Ini tulisanmu kan? Clarissa Ayodya. 9 Juni 2014. Jam 2 siang. Kota Tua. Apa ini benar tulisanmu?", tanyanya.
Melihat kertas itu, aku langsung mengenalinya. Bagaimana tidak, aku sangat mengenali tulisan tanganku ketika aku masih kecil, sedikit berantakan dan setiap menulis huruf 'a', aku selalu menulis bentuknya seperti telur berekor. Tapi itu dulu...
"Iya bu, ini memang tulisan tanganku... Ini, aku juga membawa kertas serupa yang isinya ditulis oleh Yohanes", akuku.
Kuambil secarik kertas dari dalam tasku dan menunjukkannya pada ibu itu. Dan memang, kertas yang ada padaku itu adalah pasangan dari kertas yang saat ini dipegang oleh ibunya Yohanes. Kedua kertas kami sebenarnya adalah satu kertas yang sama namun kami merobeknya menjadi dua.

Air mata menetes di wajah ibu itu. Aku segera mengusapnya.
"Ayo, ikutlah denganku. Anakku sudah menunggumu, nak", ajak ibunya Yohanes.
Sebenarnya begitu banyak pertanyaan yang berputar-putar di dalam benakku, kenapa tidak Yohanes sendiri yang menemuiku? Kenapa ia menyuruh ibunya untuk bertemu denganku? Tapi... aku beesyukur bahwa ternyata Yohanes sama sekali tidak melupakan janji kami berdua...
"Baiklah, ayo bu...", aku menerima ajakannya.

Kami menaiki mobil yang dikendarai oleh ibu Yohanes dan langsung bertolak ke rumah Yohanes.
"Di mana kau tinggal, Clarissa?", tanyanya.
"Aku tinggal di daerah Pluit, bu", jawabku.
"Wah jauh sekali. Kami tinggal di daerah Cilandak", kata ibu Yohanes.

Sepanjang perjalanan, ibu Yohanes banyak bertanya tentang diriku, hingga tak terasa kami pun sudah sampai di rumah Yohanes. Rumah dengan 2 lantai dan tembok bercat abu-abu tua yang begitu sederhana, dengan garasi dan taman kecil di depannya.
"Ayo kita masuk" ajak ibu Yohanes.
Jantungku semakin cepat berdebar sehingga membuatku sedikit salah tingkah di depan ibu Yohanes.

Aku memasuki ruang tamu dan duduk di sofa panjang beludru berwarna merah marun. Ibu Yohanes pergi ke belakang. Aku tak tahu ia kemana, namun ketika ia menghampiriku, ia sudah membawa beberapa album foto yang ternyata berisi foto-foto Yohanes.
"Ini foto-foto Yohanes. Kau kan hanya sekali bertemu dengannya. Lihat-lihat saja dulu. Oh iya, sebentar aku hampir lupa." kata ibu Yohanes.
Ia kembali ke belakang dang ternyata ibu Yohanes membuatkanku susu putih hangat.
"Ah, tidak usah repot-repot bu" kataku.
"Tidak apa-apa nak, ini adalah minuman kesukaan Yohanes" jelasnya.
Yang masih menjadi pertanyaanku adalah, Di mana sebenarnya Yohanes? Aku masih sibuk memikirkan hal itu sambil melihat-lihat foto-foto Yohanes. Ia tampak lucu dan menggemaskan ketika masih kecil. Dan ketika ia besar pun, wajahnya masih tidak jauh berbeda, ia begitu... tampan...

"Bu, aku ingin bertanya..." ucapku.
"Iya nak?"
"Di mana Yohanes sekarang? Aku belum melihatnya dari tadi..." tanyaku.
Ibu Yohanes hanya tersenyum. Tampak mata coklatnya mulai berkaca-kaca.
"Baiklah, aku akan membawamu ke tempat anakku. Dia berada tidak jauh dari sini." jawab ibu Yohanes.
Dia berada tidak jauh dari sini? Di mana dia? Apa dia sedang bermain di rumah temannya? Ah... aku tidak mengerti....

Kami pun berjalan menuju tempat Yohanes. Ibu Yohanes berjalan tepat di depanku. Hanya sekitar 5 menit, ibu Yohanes menghentikan langkahnya di depan pekuburan. Ia menundukkan kepalanya. Aku yang tidak mengerti apa-apa memikirkan sesuatu yang sangat tidak aku inginkan. Jangan-jangan... Yohanes... Oh tidak... Ini tidak mungkin...

Ibu Yohanes mulai melangkahkan kakinya lagi dan berjalan menuju ke dalam pekuburan. Tidak jauh dari gerbang depan pekuburan, kami pun berhenti di kuburan yang masih belum ditumbuhi rerumputan.

"Sekarang kalian sudah bertemu..." ucap ibu Yohanes.
Detak jantungku terasa seakan terhenti ketika mendengar pernyataan ibu Yohanes. Aku pun perlahan melihat tulisan di batu nisan kuburan ini. 'Yohanes Ricardo. 3 Februari 1994 - 28 April 2014.'

Aku terpaku, tak dapat bernafas. Air mataku sudah tak terbendung. Aku benar-benar masih belum percaya akan apa yang aku dengar dan aku  lihat ini. 12 tahun aku menunggu... Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta kepada lelaki lain ketika aku beranjak remaja hingga saat ini karena janjiku pada Yohanes... Banyak pria yang berusaha mendekatiku namun semuanya hanya kuanggap sebatas teman, karena tempat spesial di hatiku sudah ditempati oleh Yohanes... Cinta masa kecilku... Tapi sekarang... dia...
Bahkan belum sempat aku bertemu dengannya untuk kedua kalinya, ia sudah meninggalkanku...

Aku berlutut di samping kuburan Yohanes dan tak terasa wajahku sudah dibanjiri oleh air mataku sendiri. Ibu Yohanes tampak tidak kuat melihat kuburan anak kandungnya ini. Ia memalingkan wajahnya dan membelakangi kuburan Yohanes. Aku memeluk kuburan itu dan mengelus-elus batu nisan yang terpatrikan nama Yohanes Ricardo.
"Yohanes, ini aku Clarissa. Aku sudah ada di sini... Aku di sini ingin menepati janji kita... Janji kita untuk bertemu lagi... Aku senang, sekarang aku sudah bisa bertemu denganmu lagi... walau ragamu tak ada di sini. Aku akan selalu menjaga perasaanku ini seperti yang kulakukan sebelumnya. Kau sudah berada di nirwana, bersama dengan Yang Kuasa. Aku... aku hanya bisa mendoakanmu dari sini. Aku harap, kau juga mendoakanku dari sana..." ucapku sambil menahan tangisku.
Aku menciumi tanah kuburan Yohanes dan meletakkan kepalaku di atasnya.
"Clarissa... sebelum kematiannya, Yohanes memberikan ini padamu." kata ibu Yohanes sambil memberikan selembar kertas putih padaku.



Bersambung.

Janji Masa Kecil (Part 1)


Janji Masa Kecil

Aku terbangun dari tidurku dan melihat jam di handphoneku. Ini sudah jam 9 pagi. Aku harus segera bersiap-siap. Jantungku berdegup begitu kencang, hatiku mulai tidak sabar. Aku langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Aku harus terlihat begitu sempurna di hari yang spesial ini. Selesai mandi, aku memilih pakaian yang akan aku gunakan. Sebaiknya... baju apakah yang akan kupakai hari ini? Apa aku harus menggunakan pakaian yang casual... atau semi formal? Hemm... sepertinya sweater berwarna peach dan rok panjang santai berwarna putih ini cocok denganku. Baiklah, aku akan memakainya! Aku mendandani wajah mungilku dengan polesan bedak dan sedikit lipgloss di bibir kecilku. Aku menguncir rambutku dan menyisakan poni yang mengarah ke samping kanan wajahku. Aku menggunakan tas selempang kecil dan hanya membawa dompet, handphone, dan secarik kertas yang bertuliskan tangan anak lelaki kecil berumur 8 tahun yang isinya "Yohanes Ricardo. 9 Juni 2014. Jam 2 siang. Kota Tua". Ketika aku melihat kertas itu, aku langsung tersenyum. Kumasukkan kertas tersebut dan bergegas pergi.

Hari ini, 9 Juni 2014, aku akan bertemu dengannya. Bertemu dengan pujaan hatiku yang sudah 12 tahun tak bersua. Lelaki kecil yang sekarang sudah beranjak dewasa. Ia seusia denganku. Umurku sekarang 20 tahun.

Di sepanjang perjalanan, aku tak bisa berhenti memikirkannya. Wajah lucunya masih sangat terpatri di dalam benakku. Aku mengingat kembali memori manis yang oernah aku jalani bersamanya walaupun itu hanya satu hari. Ya, hanya satu hari aku menghabiskan waktu bersamanya ketika usia kami 8 tahun.

Tak terasa, aku pun sampai di Kota Tua. Hari itu panasnya sangat terik. Aku duduk berteduh di depan Museum Fatahillah memandangi para musisi jalanan yang mengalunkan musiknya yang merdu. Kulihat arloji merah mudaku sudah menunjukkan pukul 2 siang. Mataku langsung otomatis mencari-cari wajah lelaki kecil yang berada di dalam ingatanku.

Belum kudapatkan dirinya, aku oun beranjak dari tempatku berteduh tadi dan berjalan-jalan di sekitaran Kota Tua, dengan harapan aku dapat bertemu dengannya.

"Yohanes...", gumamku.
Aku mulai lelah. Sudah tiga kali kukelilingi tempat ini, tetapi aku masih belum menemukannya. Di mana dia? Apa ternyata dia melupakanku? Apa dia benar-benar tidak ingat dia pernah membuat janji dengan seorang anak perempuan yang saat itu memakai gaun merah muda, bandana dengan warna senada, dan sepatu mungil berwarna merah?

Aku menghentikan langkahku dan berteduh di bawah pohon rindang di samping museum. Tak terasa air mata menetes membasahi pipiku. Aku segera mengusapnya dan tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya menghampiriku.
"Apa kau... Clarissa Ayodya?", tanya wanita itu.
Da... dari mana ia tahu namaku...? Si... siapa dia...? Apa aku harus jujur menjawabnya bahwa aku adalah Clarissa Ayodya?
"Ya... aku Clarissa. Ada apa, ibu?", tanyaku.
"Puji Tuhan. Aku kira kau tidak akan datang. Dari tadi aku mencari-cari keberadaanmu.", jawab ibu itu.
Apa? Sejak kapan aku memiliki janji untuk bertemu dengan ibu ini? Aku tidak ingat oernah bertemu dia sebelumnya...
"Ibu mencari saya?", tanyaku dengan nada sedikit heran. Walaupun sebenarnya aku sangat begitu heran.
"Oh iya. Aku ibu dari Yohanes Ricardo. Kau kesini pasti ingin bertemu dengannya kan?", tanya ibu itu hingga membuat matanya tiba-tiba berkaca-kaca.


Bersambung.

2013/02/04

Surat Untuk Cinta (1)

Hai cinta, apa kabarmu di sana?
Aku di sini baik-baik saja, dan sejauh ini hatiku masih mengait padamu.
Menurutmu ini aneh bukan?
Aku tahu bahwa kamu pasti tidak akan percaya pada ucapanku ini, tapi yang pasti aku berkata kepadamu bahwa aku jujur.
Tak pernah sedikitpun rasa ini pudar.
Memang beberapa kali cinta yang lain datang dan pergi, namun tidak ada satupun yang dapat menggantikan dirimu di hatiku.
Aku sadar bahwa kamu memang tidak merasakan sesuatu hal seperti layaknya apa yang aku rasakan kepadamu.
Aku seding berpikir bahwa aku sudah gila.
Ya, terang saja...
Untuk apa aku masih mengharapkan seseorang yang aku sudah tahu bahwa ia tidak memiliki perasaan apapun kepadaku?
Atau mungkin memang aku yang bodoh?
Entahlah...
Cinta ini memang takkan ada habisnya untuk dibicarakan.
Sudah berulang kali aku mencoba mencintai orang selain kamu.
Awalnya kukira akan berhasil, namun ketika kami berpisah, hatiku masih memanggil namamu.
Entah kenapa, harus namamu yang tiba-tiba muncul di dalam hati dan benakku.
Cinta masa laluku yang aku pikir dapat menggantikan kamu justru sama sekali tidak mendapatkan tempat lagi di hatiku.
Memang, sewaktu ia berusaha mendapatkan hatiku, aku berpikir bahwa mungkin ia bisa membuatku berhasil untuk melupakanmu.
Telah kucoba sedikit demi sedikit mencintai dia, aku tidak bisa.
Selama aku berada di dekatnya, yang muncul di dalam pikiranku justru kamu, bukan dia.
Aku tak tahu perasaan macam apa ini. Aku sama sekali tidak mengerti.
Cinta, apabila kamu membaca surat ini, tolong jangan kamu acuhkan perasaanku.
Jangan pernah mengira bahwa aku hanya bermain-main dalam mengungkapkan isi hatiku.
Ada satu hal yang harus kamu ketahui : kamu adalah laki-laki pertama yang pernah aku ungkapkan cinta! Dan sampai saat ini yaa... memang hanya kamu, Cinta! :D
Mungkin sampai disini dulu suratku. Lain kali akan kukirimkan lagi surat padamu.
Ingat, surat ini bukan hanya sekedar surat biasa, tapi surat yang ditulis oleh perasaan yang jujur dan tulus dari lubuk hati seorang wanita.


Salam cinta.


[Dibuat berdasarkan kisah nyata dari seorang teman. Mungkin ada beberapa juga di antara kita yang juga merasakan hal yang sama? ]

Spasiba! Kamsahamnida!

posted from Bloggeroid

2013/01/19

And now I LOVE SHINEE, I LOVE JONGHYUN, and I LOVE KYUHYUN!!! \(^o^)/

Dan sekarang adalah sesi curhat, setelah sekian lama saya nggak nge-blog :)

Asal Muasal Tapi Gak Asal-asalan

Dari judul post ini, I love K-Pop. Yeah, finally I love K-Pop, though before I hate it, because I thought that the boyband/girlband have a similar face. Their face are look similar..... I saw no difference of them!   >____<

Tetapi semua itu sekarang telah berakhir. Awalnya waktu saya lagi numpang ngerjain tugas di kosan temen saya yang saya panggil Mpeb. Waktu itu saya mau pake laptopnya dia karna saya belum punya laptop (puji Tuhan sekarang udah punya ^^). Di sela-sela ngerjain tugas, temen saya nyetel MV (Music Video) K-Pop. Tadinya saya gak mau lihat, karna di mata saya muka mereka sama semua -_____- Tapi karna temen saya ngajakin ngobrol dan ngenalin K-Pop ke saya, ya pastinya saya tanggepin, dan saya makin penasaran.

Singkat cerita, dia muterin MV SM The Ballad yang judulnya Hot Times. Saya perhatiin muka mereka satu-satu, semakin lama saya jadi bisa membedakan mereka!! *proud* :D Mpeb pun memperkenalkan mereka satu persatu pada saya. Mereka terdiri dari Kyuhyun, Jonghyun, Jay, dan Jino.
Di awal video itu saya lihat personil SM The Ballad yang kulitnya putih muluuuuuusss banged dan mukanya kayak anak kecil tapi agak tua tapi unyunya tetep gak hilang (?). Dalem hati saya bilang "dia unyu banged. ah tapi terlalu unyu sih, jangan deh, bikin saya minder". Terus pas saya lihat satu personil lagi yang kalo saya bilang dia itu kasep, ganteng pisan, dan satu hal lagi, dia mirip sama gebetan saya waktu di SMK dulu (--,) saya langsung terpesona *o*

SM The Ballad - Hot Times


Saya tanya ke Mpeb, "Mpeb, yang ini namanya siapa dah?". Dan senyum jahat Mpeb pun semakin menjadi. Dia jawab "Itu Jonghyun. Kenapa? Lu suka sama dia?". Dan dengan hati yang berdebar saya jawab, "Iya Peb, ganteng deh dia". Si Mpeb kaget dan ketawanya semakin... eeeerrrr......-_-
"Nanti lu lihat deh Mar, di akhir lagu ini tuh Jonghyun suaranya keren banged"
"Ah masa sih..."
Kemudian, gw sendiri pun ternganga waktu Jonghyun ngambil nada tinggi di akhir lagu itu. Bener-bener OWSOM!
"WOW...", saya ngomong gitu sambil mulut nganga.
"Nih ya Mar, gw tunjukin. Lu sukanya sama Jonghyun kan?"
"Iya dah.. Lu ada lagi videonya Peb?"
"Ada kok".
Dan betapa terkejutnya saya ketika melihat bahwa Jonghyun itu ternyata personilnya SHINee :|

Kim Jonghyun 김종현

This is Sparta...!!! eh.. SHINee!!! :) 샤이니

Inilah awal dari segalanya. Hidup saya pun mulai berubah sejak kejadian tersebut :|


Keadaan Saya Saat Ini... *oke ini lebay*

Akhirnya saya pun menjadi seorang Shawol (sebutan untuk fans SHINee). Saya mulai menyukai K-Pop perlahan-lahan, tapi mungkin bukan keseluruhannya, lebih ke SHINee-nya aja sih. Lumayan suka juga sama Super Junior, tapi biasa aja sih gak kayak suka sama SHINee.
Saya mulai ngoleksi lagu-lagu SHINee dari temen saya yang juga seorang Shawol, namanya Angel. Dan dia ini adalah orang yang tertawa paaaaaling puas waktu denger saya mulai suka K-pop. Dari yang sebelumnya saya bilang, kenapa saya kaget kalo ternyata Jonghyun itu personilnya SHINee, ya karena dia ini. Sial -_-
Emang sih, sebelumnya saya kan emang benci, erm, maksudnya, gak suka aja gitu, gak benci banged lah sama K-pop. Tapi sekarang semuanya udah berubah.
Dan seperti halnya sebagai seorang penggemar, apalagi masih baru, yaa tentu saja saya amat sangat antusias ketika ada hal yang berhubungan dengan SHINee, terutama Jonghyun.

Yap! Seiring berjalannya waktu, karena judulnya aja udah K-pop, ya pasti bahasanya Korea kan? Yakali pake bahasa Rusia ;) hehehe...
Karena hal itu, saya pun akhirnya mempelajari sedikit bahasa Korea, dimulai dari huruf Hangul nya. Yaa walaupun bahasa Rusia memang tetap prioritas saya tentunya, tapi saya memang membuka diri untuk bahasa asing, apapun! :D SAYA CINTA BAHASA!

Mulai Suka Sama Si Unyu... :|

Di cerita yang pertama tadi saya sempet bilang kan kalo saya suka sama yang kulitnya putih muluuuuuusss banged dan mukanya kayak anak kecil tapi agak tua tapi unyunya tetep gak hilang dan yang bikin saya minder juga?!?!
NAH! Sekarang saya mulai suka sama dia. Cho Kyuhyun. Dan yang lebih parahnya lagi, Cho Kyuhyun adalah personil dari Super Junior.

Cho Kyuhyun 초규현
Eeeiiittsss.... Kenapa saya kaget juga kalo Kyuhyun si unyu ini adalah personil Super Junior alias Suju?!?!
Ada kisahnya.
Jadi, pada suatu hari (jadi kayak dongeng gini), saya lagi ke toko buku (ini favorit saya) bersama teman saya yang namanya Karina. Waktu lagi jalan ke bagian majalah dan surat kabar, si Karina ini yang emang suka sama Korea, dia lagi lihat salah satu majalah yang membahas tentang segala hal yang berbau Asian Idols. Saya lihat di cover depannya ada sekitar 13 cowo yang jadi model cover majalah itu. Dan yang pertama kali terlintas di dalam pikiran saya adalah : "Ini kenapa satu orang fotonya berkali-kali ya? Model rambut sama bajunya aja nih yang dibedain. Gilak, rajin banged!"
"Kar, ini siapa deh? Kok fotonya berkali-kali gini ya? Rajin banged", kataku dengan tampang polos. Banged.
"Ye gila lu Mar, ini tuh Suju tau."
"Suju apaan?"
"Lu kagak tau Mar?!"
"Kagak."
"Ampun dah. Polos banged sih lu.. Ini tuh boyband Korea, personilnya 13 orang" (waktu itu Suju masih ber-13)
"HAH?!?! 13 ORANG?!?! Jadi ini orangnya beda-beda ya Kar, bukannya cuma satu orang?!"
"Ya kagaklah, lu liat dong ini beda-beda tau"
Tapi apa yang saya lihat adalah : wajah mereka semua SAMA.
"Oh iya dah iya. Maap ya, gue kan gatau..."

Oke sekian aja sejarahnya ya. Sekarang lanjut ke si unyu Kyuhyun.
Kedua kalinya saya suka sama si putih kinclong ini (yang pertama di MV Hot Times yang tadi), di MV SM The Ballad yang lain yang judulnya "Miss You". Sebenernya sih, saya udah ngeliat MV ini juga waktu sama si Mpeb, tapi gak terlalu perhatiin. Tapi suatu ketika, waktu lagi bosen-bosennya di kosan, saya iseng download MV Miss You. Pas saya perhatiin, di lagu ini kan yang dapet bagian awalnya si Kyuhyun, saya liatin dia, saya malah semakin suka. Saya puter ulang terus itu video, dan akhirnya jatuhlah saya pada si unyu ini. Dan saya paling demen di bagian ini.

Tampilan awal Kyuhyun di MV Miss You
SM The Ballad - Miss You


Awalnya saya dengerin terus lagu ini karena makna dari lagu ini yang berhasil bikin saya meneteskan air mata. Apalagi di lirik bagian reff nya ini (pas banged di bagian ini yang nyanyi Kyuhyun & Jonghyun ^o^) :

(규현) 내 사랑이 제자리로 오지 못하고
흘린 눈물만큼 멀리 가네요
(종현) 나는 잊어야 하죠 그대 너무 그리워
나를 아프게 할지는 몰라도 잊어요
 Translation:
[KYUHYUN] My love just can’t seem to reach you
Just as much as the amount of tears that flowed, it’s still far away to go
[JONGHYUN] I have to forget you, I miss you so much
Even if you never know how much it hurts, I will forget

Pokoknya lagu itu : KEREN! DAHSYAT! :')

Back to my Kyu~
Pokoknya semenjak itu saya mulai suka sama Kyuhyun. Jelas aja, saya mulai cari informasi tentang dia.
  • Nama lengkapnya Cho Kyuhyun, lahir tanggal 3 Februari 1988 (sebentar lagi dia ulang tahun ^^).
  • Kyu punya seorang kakak bernama Cho Ahra yang lebih tua 3 tahun dari dia.
  • Kyu adalah seorang Kristen yang sangat taat (ini yang bikin saya makin cinta sama Kyu ^_^).
  • Semenjak kecil, Kyu udah sangat aktif jadi penyanyi di gereja seperti mamanya yang merupakan anggota dari koor gerejanya Kyu. Selain nyanyi, Kyu juga main musik seperti piano dan klarinet di gereja sampai dia umur 18 tahun, sebelum debutnya dia bersama Suju.
  • Kyu debut sama Suju tahun 2006, dia itu Maknae, alias member termuda di Super Junior.
  • Waktu tahun 2007 dia pernah kena kecelakaan bersama dengan beberapa member Suju yang lain (Leeteuk, Eunhyuk, Shindong) sepulangnya dari Radio Kiss (saya baca berita ini bener-bener nangis), dan yang celakanya paling parah adalah Kyuhyun :'( Beberapa tulangnya patah, dan kata dokter ada sesuatu yang nyangkut gitu di bagian dadanya dia, dan itu mau gak mau harus dibedah tapi menyebabkan pita suaranya dia bakalan hilang juga. Kalo gak dibedah kayak gitu, kemungkinan dia hidup bakalan kecil banged. Padahal waktu itu kondisinya Kyu juga udah parah banged, kemungkinan dia hidup itu udah tinggal 20 persen :'( (saya beneran nangis lagi nulis kisah ini). Papanya Kyu (calon mertua saya) pun bilang ke dokter kalo dia gak setuju sama pembedahan itu karena itu bakal menghilangkan suaranya Kyu, secara Kyu itu kan seorang penyanyi, gak mungkin kan dia harus kehilangan suaranya. Kalaupun Kyu hidup, tapi kalo suaranya gak ada, sama aja itu mengubur impiannya Kyu. Jadi, kata papa Kyu lebih baik kesempatan hidup Kyu kecil daripada Kyu harus kehilngan suaranya. Dokter pikir papanya Kyu itu agak "gila" dengan mengambil keputusan itu, tapi papa Kyu kekeuh sama pendiriannya. Lalu dokter bilang ke papanya Kyu kalo mereka bakal cari cara lain, gimana supaya Kyu bisa tetep hidup dan suaranya juga utuh. Alhasil, doa mereka pun terkabul. Bisa dibilang ini mujizat dari Tuhan juga, Kyu kembali sehat dan suaranya utuh kembali. Sebenernya, dulu papa Kyu itu gak mengizinkan Kyu untuk jadi penyanyi. Kyu disuruh jadi lawyer, ngambil sekolah hukum. Tapi bisa kita baca tadi, kalo papanya Kyu ngebela-belain supaya suaranya Kyu jangan diambil. Papanya Kyu, orang yang tadinya menghalangi Kyu jadi seorang penyanyi, justru dia juga yang melindungi semua impian Kyu sebagai seorang penyanyi. Bisa kita lihat kan, betapa sayangnya orang tua kepada anaknya :')

Saat ini, kita semua bisa lihat kalo Kyu udah sukses bersama Super Junior. Ganteng, tampan, unyu, tatapannya bikin melting, suaranya kayak malaikat (kayak pernah denger aja), agamis, sayang sama keluarga, humoris... Aduuuhhh bener-bener bikin hati cewek tuh cetar cetir jeduar jedduuarrr deh pokoknya!!! (--,)
Tapi kalo saya pribadi ditanyain : "Kenapa suka sama Kyuhyun?" "Why do you love Kyuhyun?". Saya akan jawab : "For me, it's not "I love him because ......", but ".......... because I love him". It means that this love is so true :)" "Bagi saya bukanlah "Saya mencintai dia karena bla bla bla.....", tapi "bla bla bla...... karena saya mencintai dia". Maknanya, cinta saya ini memang sungguh-sungguh :)"

AAAAAAAHHHHHH MY KYUUU~~~~

Very cute my Kyu~~ :3
 

Segini dulu cerita singkatnya ya, namanya juga cerita singkat (ya iyalah -_-).
I will continue it next time ;)

I LOVE YOU CHO KYUHYUN! \(^o^)/

2012/12/31

Роза (Александр Сергеевич Пушкин)

Где наша роза,
Друзья мои?
Увяла роза,
Дитя зари.
Не говори:
Так вянет младость.
Не говори:
Вот жизни радость.
Цветку скажи:
Прости, жалею.
И на лилею,
Нам укажи.

posted from Bloggeroid