2013/02/04

Surat Untuk Cinta (1)

Hai cinta, apa kabarmu di sana?
Aku di sini baik-baik saja, dan sejauh ini hatiku masih mengait padamu.
Menurutmu ini aneh bukan?
Aku tahu bahwa kamu pasti tidak akan percaya pada ucapanku ini, tapi yang pasti aku berkata kepadamu bahwa aku jujur.
Tak pernah sedikitpun rasa ini pudar.
Memang beberapa kali cinta yang lain datang dan pergi, namun tidak ada satupun yang dapat menggantikan dirimu di hatiku.
Aku sadar bahwa kamu memang tidak merasakan sesuatu hal seperti layaknya apa yang aku rasakan kepadamu.
Aku seding berpikir bahwa aku sudah gila.
Ya, terang saja...
Untuk apa aku masih mengharapkan seseorang yang aku sudah tahu bahwa ia tidak memiliki perasaan apapun kepadaku?
Atau mungkin memang aku yang bodoh?
Entahlah...
Cinta ini memang takkan ada habisnya untuk dibicarakan.
Sudah berulang kali aku mencoba mencintai orang selain kamu.
Awalnya kukira akan berhasil, namun ketika kami berpisah, hatiku masih memanggil namamu.
Entah kenapa, harus namamu yang tiba-tiba muncul di dalam hati dan benakku.
Cinta masa laluku yang aku pikir dapat menggantikan kamu justru sama sekali tidak mendapatkan tempat lagi di hatiku.
Memang, sewaktu ia berusaha mendapatkan hatiku, aku berpikir bahwa mungkin ia bisa membuatku berhasil untuk melupakanmu.
Telah kucoba sedikit demi sedikit mencintai dia, aku tidak bisa.
Selama aku berada di dekatnya, yang muncul di dalam pikiranku justru kamu, bukan dia.
Aku tak tahu perasaan macam apa ini. Aku sama sekali tidak mengerti.
Cinta, apabila kamu membaca surat ini, tolong jangan kamu acuhkan perasaanku.
Jangan pernah mengira bahwa aku hanya bermain-main dalam mengungkapkan isi hatiku.
Ada satu hal yang harus kamu ketahui : kamu adalah laki-laki pertama yang pernah aku ungkapkan cinta! Dan sampai saat ini yaa... memang hanya kamu, Cinta! :D
Mungkin sampai disini dulu suratku. Lain kali akan kukirimkan lagi surat padamu.
Ingat, surat ini bukan hanya sekedar surat biasa, tapi surat yang ditulis oleh perasaan yang jujur dan tulus dari lubuk hati seorang wanita.


Salam cinta.


[Dibuat berdasarkan kisah nyata dari seorang teman. Mungkin ada beberapa juga di antara kita yang juga merasakan hal yang sama? ]

Spasiba! Kamsahamnida!

posted from Bloggeroid

No comments: