2012/05/20

Sastra Rusia, impianku yang terpendam...

Ya Tuhan, kenapa aku harus menghadapi semua ini?
Aku sudah memendam cita-citaku semenjak di bangku kelas 1 SMP, yaitu memasuki dunia kesusastraan.
Dan pilihanku adalah sastra Rusia.
Ya, semenjak aku kelas 3 SMP, keluarga kami mengalami masalah ekonomi.
Akhirnya akupun mengalah dan memendam cita-citaku yang ingin memasuki dunia SMA dan melanjutkan kuliah mengambil jurusan sastra Rusia.
Aku memasuki dunia SMK jurusan Perhotelan. Di sini aku sama sekali belum mengenal bagaimanakah dunia hotel itu?
Pekerjaan apa saja yang ada di dalam hotel?
Aku sama sekali tidak tahu.
Aku masih amat sangat buta.
Tapi karena aku merasa ingin meringankan beban orang tuaku, aku lupakan mimpiku sejenak, aku kubur mimpiku dalam-dalam.
Sejujurnya aku memang amat terpukul, namun apa dayaku?
Aku berharap dengan masuknya aku ke dalam dunia perhotelan ini, aku akan membahagiakan orang tuaku.
Namun apa yang terjadi?
Setelah aku mempajari dunia perhotelan ini, pada awalnya aku pun sudah agak tidak nyaman, karena aku pikir aku tidak akan cocok bekerja di hotel.
Belum lagi aku memiliki penyakit lemah jantung yang telah aku derita semenjak SMP.
Bekerja di hotel bisa dibilang cukup melelahkan fisik, sedangkan jika dibandingkan dengan penyakitku itu, ya tentu saja umurku bisa dibilang tidak lama lagi. Aku tidak boleh kelelahan. Namun aku tetap melanjutkan studiku di sebuah SMK Negeri jurusan perhotelan.
Satu tahun pun terlewati. Dan saatnya aku melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ketika aku kelas XI. Aku Prakerin di sebuah Hotel bintang 5 di Jakarta dan ditempatkan di bagian Housekeeping.
Ya, bayangkan saja dengan fisik yang lemah dan penyakitku yang acap kali kambuh ketika aku terlalu lelah, aku ditempatkan di bagian Housekeeping Department.
Untunglah di hotel ini anak-anak training diberikan kemudahan, yaitu mengerjakan satu section kamar yang dikerjakan oleh dua anak training, yang jumlah sama dengan senior yang mengerjakan satu section kamar sendiri.
Namun terkadang para trainee diberikan kamar yang lebih karena menferjakan berdua.
Dan pada suatu hari ketika hotel occupancy melonjak drastis, dalam satu section kami mendapat 28 kamar yang semuanya Check Out.
Aku pun kebagian 28 kamar bersama dengan temanku.
Dan alhasil, dari pukul 9 pagi sampai pukul 7 malam aku belum dapat menyelesaikan semua kamar hingga aku pingsan.
Supervisor kami di Housekeeping segera datang dan membawaku ke klinik di hotel.
Aku pun diantar pulang ke rumah.
Keesokan harinya aku langsung sakit dan izin tidak masuk kerja dulu.
Penyakitku kambuh.
Aku sesak napas, jantungku berdebar-debar tak karuan, kepalaku sangat sakit dan semua badanku biru, entahlah rasanya badanku ini sendi-sendinya sudah lepas semua.
Aku terbaring lemah di rumahku.
Dari sini aku berpikir, apakah aku bisa melanjutkan kerja di dunia perhotelan nantinya ketika aku lulus?
Baru seperti ini aku sudah serasa ingin mati, bagaimana nanti jika aku bekerja yang sesungguhnya?
Entahlah apa yang akan terjadi.
Aku mengikuti masa-masa prakerin selama 6 bulan lamanya dan masuk sekolah kembali pada 6 bulan berikutnya di kelas XI.
Lalu aku pun naik ke kelas XII. Di sini aku sudah memiliki rencana untuk mewujudkan kembali mimpiku dengan mengikuti ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Namun apa yang terjadi?
Tepat seminggu sebelum aku mengikuti Ujian Nasional SMA/SMK, ibuku tiba-tiba terserang penyakit stroke.
Aku merasa sangat hancur, ya, sangat hancur.
Tak terbayangkan seminggu lagi aku akan ikut Ujian Nasional, tapi musibah ini malah menimpaku.
Terlintaslah di pikiranku untuk mengubur lagi impianku.
Aku pun ikut Prakerin ke Malaysia selama 6 bulan dan mengikuti studi D1 selama 6 bulan berikutnya.
Lagi-lagi perhotelan!
Dan sekarang, setelah aku akan menyelesaikan studi D1 ini, kawanku menawarkan beasiswa Bidikmisi kepadaku.
Tentu saja aku tak akan menyianyiakan kesempatan ini.
AKU INGIN KULIAH! AKU INGIN KULIAH SEPERTI YANG LAIN! AKU INGIN MERAIH IMPIANKU!
Impianku bukanlah menjadi orang yang memiliki banyak uang, tetapi aku ingin mendalami ilmu sastra, dan menjadi seorang yang berkecimpung ke dalam dunia jurnalistik, BUKAN PERHOTELAN!
Aku mencintai dunia kesusastraan, segala sesuatu yang berhubungan dengan sastra,khususnya Sastra Rusia.
Dengan begitu, aku ingin sekali berbaur dan memiliki banyak teman dari berbagai belahan dunia.
Tidak muluk-muluk, menjadi seseorang yang "ber-uang", bukanlah prioritasku. Tetapi cintaku kepada sastralah yang amat aku idamkan.
Dan yang terjadi sekarang adalah, banyak orang menentangku untuk memasuki dunia sastra.
Tentu saja mereka adalah orang-orang dari dunia perhotelan.
Mereka tidak tahu betapa besar kecintaanku kepada sastra, dan berapa lama mimpiku ini aku pendam!
Aku tahu, orang tuaku memang tidak mampu untuk membiayaiku kuliah, maka dari itu mereka pun menyuruh aku untuk bekerja sambil kuliah.
Tapi aku mencari kampus yang memiliki jurusan sastra Rusia tidak ada kecuali UI dan UNPAD.
Apakah aku harus mengubur impianku ini untuk selamanya?
Apakah aku memang ditakdirkan untuk tidak berkecimpung ke dalam dunia sastra walaupun aku mencintainya, khususnya Sastra Rusia?
Aku tak tahu, berapa lama aku akan bertahan bila aku bekerja di dunia perhotelan.
Mungkin umurku tidak lama lagi.
Jika penyakitku kambuh dan benar-benar parah, aku tak tahu lagi...
Ini jantung, bukan ginjal yang ada dua..
Jantung hanya satu...

Aku harap, dengan adanya bidikmisi ini aku bisa mengikuti kuliah seperti yang lain, dan aku dapat mewujudkan mimpiku mendalami ilmu Sastra Rusia.
Aku percaya Tuhan akan membantuku.
Tuhan akan mendengarkan dan menjawab seruanku!
Aku harus bisa!



_

posted from Bloggeroid

No comments: