2015/05/24

Caraku Mencintaimu

Bagiku, cinta tidak perlu diungkapkan dengan kata-kata.
Aku mencintaimu dengan caraku sendiri.
Mendoakanmu di dalam diamku, meminta kepada Tuhan semua yang terbaik untukmu, di setiap detak jantungku, di setiap denyut nadiku...
Aku melakukan apa yang bisa aku lakukan untuk membahagiakanmu.
Tanpa pamrih, kulakukan semuanya sebisaku, tanpa melewati batasanku.
Aku percaya, bahwa nantinya, diamku ini, dan segala doa yang kupanjatkan kepada Tuhan untukmu, akan berbuah manis di kemudian hari :)
Mungkin orang berpikir bahwa aku tidak bisa mengungkapkan rasa cintaku dengan baik. Tapi, aku percaya kalau Tuhan akan memberikan yang terbaik kepadamu dan juga kepadaku.
Aku menyatakan cintaku kepadamu melalui Tuhan. Biarlah Sang Maha Sempurna yang menyampaikannya kepadamu :)


-Mashenka

2014/12/24

Janji Masa Kecil (Part 3)

"Hai Clarissa! Apa kabarmu? Dengan kau terimanya surat ini, kau pasti masih mengingatku dan aku sangat senang akan hal itu. Apakah kau tahu? Aku selalu menantikan hari ini, hari dimana kita bertemu untuk kedua kalinya :) Dan aku juga ingin meminta maaf padamu, sssttttt.... jangan bersedih Clarissa, hapuslah air matamu itu. Dengarkan aku, kau harus tetap tersenyum ketika membaca suratku ini. Senyuuuum!!! :)
Baiklah, akan aku lanjutkan. Aku minta maaf karena ragaku saat ini tidak ada bersamamu, tapi percayalah, jiwa dan hatiku pasti akan selalu bersamamu Clarissa...
Aku sebenarnya tidak menginginkan hal ini, tapi apa dayaku, Tuhan menganugerahkanku penyakit ini: Kanker otak. Kata dokter, sisa hidupku hanya tinggal 4 bulan lagi, itu berarti bulan April 2014, sedangkan kita bertemu pada bulan Juni 2014. Aku berharap bahwa Tuhan memperpanjang usiaku 2 bulaaaannn saja... Aku pasti bisa bertemu denganmu...
Aku berharap kau tidak membaca surat ini dan bisa bertemu denganku, tapi apabila kau mendapatkan surat ini, itu berarti ragaku memang sudah tiada...
Clarissa, kau harus tahu betapa aku sangat merindukanmu. Selama aku menjalani hari-hariku, aku selalu mengingat wajah cantikmu. Tidak pernah aku berpaling kepada wanita lain, karena entah kenapa aku begitu sangat yakin bahwa kau juga merasakan hal yang sama denganku, bahwa kita akan bersatu, bahwa kau akan menjadi milikku...
Ketika teman-temanku yang lain bergonta-ganti pasangan dengan alasan 'mencari yang terbaik', aku di sini justru teguh pada hati dan pendirianku bahwa aku hanya ingin dirimu saja, Clarissa...
Clarissa, percayalah bahwa aku sangat mencintaimu. Aku di sini akan selalu mendoakan yang terbaik bagimu.
Oh iya, aku memiliki sebuah permintaan padamu. Aku ingin kau melupakanku, Clarissa. Janganlah kau larut di dalam kesedihan hanya karena aku. Lupakanlah aku, Clarissa...
Kau adalah wanita yang begitu cantik. Banyak pria yang tertarik padamu. Jangan kau sia-siakan hidupmu hanya karena aku yang sudah tiada ini... Ingatlah Clarissa, aku selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Mulai sekarang, lupakanlah aku dan temukanlah pria yang tepat bagimu. Kau harus tetap tersenyum dan melanjutkan hidupmu. Perjalananmu masih sangat panjang, Clarissa... Tidak seperti aku...
Baiklah, aku akhiri dulu suratku ini. Ibuku akan memberikan beberapa surat lagi kepadamu. Surat-surat itu adalah tulisan-tulisanku ketika aku sedang memikirkan dirimu.
Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya, Clarissaku...
Aku sangat mencintaimu! Sangat sangat mencintaimu! ♡



Yang sangat mencintaimu,
Yohanes."


Air mata pun mengalir deras di wajahku walaupun bibirku melengkungkan senyuman seperti yang diminta oleh Yohanes. Aku tidak pernah menyangka bahwa akan begini akhir kisah cintaku. Tadinya kupikir inilah awal perjalanan cintaku, tapi...



Bersambung.

2014/11/28

Janji Masa Kecil (Part 2)


Belum sempat aku menjawab, ibu itu langsung menunjukkan secarik kertas padaku.
"Ini. Ini tulisanmu kan? Clarissa Ayodya. 9 Juni 2014. Jam 2 siang. Kota Tua. Apa ini benar tulisanmu?", tanyanya.
Melihat kertas itu, aku langsung mengenalinya. Bagaimana tidak, aku sangat mengenali tulisan tanganku ketika aku masih kecil, sedikit berantakan dan setiap menulis huruf 'a', aku selalu menulis bentuknya seperti telur berekor. Tapi itu dulu...
"Iya bu, ini memang tulisan tanganku... Ini, aku juga membawa kertas serupa yang isinya ditulis oleh Yohanes", akuku.
Kuambil secarik kertas dari dalam tasku dan menunjukkannya pada ibu itu. Dan memang, kertas yang ada padaku itu adalah pasangan dari kertas yang saat ini dipegang oleh ibunya Yohanes. Kedua kertas kami sebenarnya adalah satu kertas yang sama namun kami merobeknya menjadi dua.

Air mata menetes di wajah ibu itu. Aku segera mengusapnya.
"Ayo, ikutlah denganku. Anakku sudah menunggumu, nak", ajak ibunya Yohanes.
Sebenarnya begitu banyak pertanyaan yang berputar-putar di dalam benakku, kenapa tidak Yohanes sendiri yang menemuiku? Kenapa ia menyuruh ibunya untuk bertemu denganku? Tapi... aku beesyukur bahwa ternyata Yohanes sama sekali tidak melupakan janji kami berdua...
"Baiklah, ayo bu...", aku menerima ajakannya.

Kami menaiki mobil yang dikendarai oleh ibu Yohanes dan langsung bertolak ke rumah Yohanes.
"Di mana kau tinggal, Clarissa?", tanyanya.
"Aku tinggal di daerah Pluit, bu", jawabku.
"Wah jauh sekali. Kami tinggal di daerah Cilandak", kata ibu Yohanes.

Sepanjang perjalanan, ibu Yohanes banyak bertanya tentang diriku, hingga tak terasa kami pun sudah sampai di rumah Yohanes. Rumah dengan 2 lantai dan tembok bercat abu-abu tua yang begitu sederhana, dengan garasi dan taman kecil di depannya.
"Ayo kita masuk" ajak ibu Yohanes.
Jantungku semakin cepat berdebar sehingga membuatku sedikit salah tingkah di depan ibu Yohanes.

Aku memasuki ruang tamu dan duduk di sofa panjang beludru berwarna merah marun. Ibu Yohanes pergi ke belakang. Aku tak tahu ia kemana, namun ketika ia menghampiriku, ia sudah membawa beberapa album foto yang ternyata berisi foto-foto Yohanes.
"Ini foto-foto Yohanes. Kau kan hanya sekali bertemu dengannya. Lihat-lihat saja dulu. Oh iya, sebentar aku hampir lupa." kata ibu Yohanes.
Ia kembali ke belakang dang ternyata ibu Yohanes membuatkanku susu putih hangat.
"Ah, tidak usah repot-repot bu" kataku.
"Tidak apa-apa nak, ini adalah minuman kesukaan Yohanes" jelasnya.
Yang masih menjadi pertanyaanku adalah, Di mana sebenarnya Yohanes? Aku masih sibuk memikirkan hal itu sambil melihat-lihat foto-foto Yohanes. Ia tampak lucu dan menggemaskan ketika masih kecil. Dan ketika ia besar pun, wajahnya masih tidak jauh berbeda, ia begitu... tampan...

"Bu, aku ingin bertanya..." ucapku.
"Iya nak?"
"Di mana Yohanes sekarang? Aku belum melihatnya dari tadi..." tanyaku.
Ibu Yohanes hanya tersenyum. Tampak mata coklatnya mulai berkaca-kaca.
"Baiklah, aku akan membawamu ke tempat anakku. Dia berada tidak jauh dari sini." jawab ibu Yohanes.
Dia berada tidak jauh dari sini? Di mana dia? Apa dia sedang bermain di rumah temannya? Ah... aku tidak mengerti....

Kami pun berjalan menuju tempat Yohanes. Ibu Yohanes berjalan tepat di depanku. Hanya sekitar 5 menit, ibu Yohanes menghentikan langkahnya di depan pekuburan. Ia menundukkan kepalanya. Aku yang tidak mengerti apa-apa memikirkan sesuatu yang sangat tidak aku inginkan. Jangan-jangan... Yohanes... Oh tidak... Ini tidak mungkin...

Ibu Yohanes mulai melangkahkan kakinya lagi dan berjalan menuju ke dalam pekuburan. Tidak jauh dari gerbang depan pekuburan, kami pun berhenti di kuburan yang masih belum ditumbuhi rerumputan.

"Sekarang kalian sudah bertemu..." ucap ibu Yohanes.
Detak jantungku terasa seakan terhenti ketika mendengar pernyataan ibu Yohanes. Aku pun perlahan melihat tulisan di batu nisan kuburan ini. 'Yohanes Ricardo. 3 Februari 1994 - 28 April 2014.'

Aku terpaku, tak dapat bernafas. Air mataku sudah tak terbendung. Aku benar-benar masih belum percaya akan apa yang aku dengar dan aku  lihat ini. 12 tahun aku menunggu... Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta kepada lelaki lain ketika aku beranjak remaja hingga saat ini karena janjiku pada Yohanes... Banyak pria yang berusaha mendekatiku namun semuanya hanya kuanggap sebatas teman, karena tempat spesial di hatiku sudah ditempati oleh Yohanes... Cinta masa kecilku... Tapi sekarang... dia...
Bahkan belum sempat aku bertemu dengannya untuk kedua kalinya, ia sudah meninggalkanku...

Aku berlutut di samping kuburan Yohanes dan tak terasa wajahku sudah dibanjiri oleh air mataku sendiri. Ibu Yohanes tampak tidak kuat melihat kuburan anak kandungnya ini. Ia memalingkan wajahnya dan membelakangi kuburan Yohanes. Aku memeluk kuburan itu dan mengelus-elus batu nisan yang terpatrikan nama Yohanes Ricardo.
"Yohanes, ini aku Clarissa. Aku sudah ada di sini... Aku di sini ingin menepati janji kita... Janji kita untuk bertemu lagi... Aku senang, sekarang aku sudah bisa bertemu denganmu lagi... walau ragamu tak ada di sini. Aku akan selalu menjaga perasaanku ini seperti yang kulakukan sebelumnya. Kau sudah berada di nirwana, bersama dengan Yang Kuasa. Aku... aku hanya bisa mendoakanmu dari sini. Aku harap, kau juga mendoakanku dari sana..." ucapku sambil menahan tangisku.
Aku menciumi tanah kuburan Yohanes dan meletakkan kepalaku di atasnya.
"Clarissa... sebelum kematiannya, Yohanes memberikan ini padamu." kata ibu Yohanes sambil memberikan selembar kertas putih padaku.



Bersambung.

Janji Masa Kecil (Part 1)


Janji Masa Kecil

Aku terbangun dari tidurku dan melihat jam di handphoneku. Ini sudah jam 9 pagi. Aku harus segera bersiap-siap. Jantungku berdegup begitu kencang, hatiku mulai tidak sabar. Aku langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Aku harus terlihat begitu sempurna di hari yang spesial ini. Selesai mandi, aku memilih pakaian yang akan aku gunakan. Sebaiknya... baju apakah yang akan kupakai hari ini? Apa aku harus menggunakan pakaian yang casual... atau semi formal? Hemm... sepertinya sweater berwarna peach dan rok panjang santai berwarna putih ini cocok denganku. Baiklah, aku akan memakainya! Aku mendandani wajah mungilku dengan polesan bedak dan sedikit lipgloss di bibir kecilku. Aku menguncir rambutku dan menyisakan poni yang mengarah ke samping kanan wajahku. Aku menggunakan tas selempang kecil dan hanya membawa dompet, handphone, dan secarik kertas yang bertuliskan tangan anak lelaki kecil berumur 8 tahun yang isinya "Yohanes Ricardo. 9 Juni 2014. Jam 2 siang. Kota Tua". Ketika aku melihat kertas itu, aku langsung tersenyum. Kumasukkan kertas tersebut dan bergegas pergi.

Hari ini, 9 Juni 2014, aku akan bertemu dengannya. Bertemu dengan pujaan hatiku yang sudah 12 tahun tak bersua. Lelaki kecil yang sekarang sudah beranjak dewasa. Ia seusia denganku. Umurku sekarang 20 tahun.

Di sepanjang perjalanan, aku tak bisa berhenti memikirkannya. Wajah lucunya masih sangat terpatri di dalam benakku. Aku mengingat kembali memori manis yang oernah aku jalani bersamanya walaupun itu hanya satu hari. Ya, hanya satu hari aku menghabiskan waktu bersamanya ketika usia kami 8 tahun.

Tak terasa, aku pun sampai di Kota Tua. Hari itu panasnya sangat terik. Aku duduk berteduh di depan Museum Fatahillah memandangi para musisi jalanan yang mengalunkan musiknya yang merdu. Kulihat arloji merah mudaku sudah menunjukkan pukul 2 siang. Mataku langsung otomatis mencari-cari wajah lelaki kecil yang berada di dalam ingatanku.

Belum kudapatkan dirinya, aku oun beranjak dari tempatku berteduh tadi dan berjalan-jalan di sekitaran Kota Tua, dengan harapan aku dapat bertemu dengannya.

"Yohanes...", gumamku.
Aku mulai lelah. Sudah tiga kali kukelilingi tempat ini, tetapi aku masih belum menemukannya. Di mana dia? Apa ternyata dia melupakanku? Apa dia benar-benar tidak ingat dia pernah membuat janji dengan seorang anak perempuan yang saat itu memakai gaun merah muda, bandana dengan warna senada, dan sepatu mungil berwarna merah?

Aku menghentikan langkahku dan berteduh di bawah pohon rindang di samping museum. Tak terasa air mata menetes membasahi pipiku. Aku segera mengusapnya dan tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya menghampiriku.
"Apa kau... Clarissa Ayodya?", tanya wanita itu.
Da... dari mana ia tahu namaku...? Si... siapa dia...? Apa aku harus jujur menjawabnya bahwa aku adalah Clarissa Ayodya?
"Ya... aku Clarissa. Ada apa, ibu?", tanyaku.
"Puji Tuhan. Aku kira kau tidak akan datang. Dari tadi aku mencari-cari keberadaanmu.", jawab ibu itu.
Apa? Sejak kapan aku memiliki janji untuk bertemu dengan ibu ini? Aku tidak ingat oernah bertemu dia sebelumnya...
"Ibu mencari saya?", tanyaku dengan nada sedikit heran. Walaupun sebenarnya aku sangat begitu heran.
"Oh iya. Aku ibu dari Yohanes Ricardo. Kau kesini pasti ingin bertemu dengannya kan?", tanya ibu itu hingga membuat matanya tiba-tiba berkaca-kaca.


Bersambung.

2013/02/04

Surat Untuk Cinta (1)

Hai cinta, apa kabarmu di sana?
Aku di sini baik-baik saja, dan sejauh ini hatiku masih mengait padamu.
Menurutmu ini aneh bukan?
Aku tahu bahwa kamu pasti tidak akan percaya pada ucapanku ini, tapi yang pasti aku berkata kepadamu bahwa aku jujur.
Tak pernah sedikitpun rasa ini pudar.
Memang beberapa kali cinta yang lain datang dan pergi, namun tidak ada satupun yang dapat menggantikan dirimu di hatiku.
Aku sadar bahwa kamu memang tidak merasakan sesuatu hal seperti layaknya apa yang aku rasakan kepadamu.
Aku seding berpikir bahwa aku sudah gila.
Ya, terang saja...
Untuk apa aku masih mengharapkan seseorang yang aku sudah tahu bahwa ia tidak memiliki perasaan apapun kepadaku?
Atau mungkin memang aku yang bodoh?
Entahlah...
Cinta ini memang takkan ada habisnya untuk dibicarakan.
Sudah berulang kali aku mencoba mencintai orang selain kamu.
Awalnya kukira akan berhasil, namun ketika kami berpisah, hatiku masih memanggil namamu.
Entah kenapa, harus namamu yang tiba-tiba muncul di dalam hati dan benakku.
Cinta masa laluku yang aku pikir dapat menggantikan kamu justru sama sekali tidak mendapatkan tempat lagi di hatiku.
Memang, sewaktu ia berusaha mendapatkan hatiku, aku berpikir bahwa mungkin ia bisa membuatku berhasil untuk melupakanmu.
Telah kucoba sedikit demi sedikit mencintai dia, aku tidak bisa.
Selama aku berada di dekatnya, yang muncul di dalam pikiranku justru kamu, bukan dia.
Aku tak tahu perasaan macam apa ini. Aku sama sekali tidak mengerti.
Cinta, apabila kamu membaca surat ini, tolong jangan kamu acuhkan perasaanku.
Jangan pernah mengira bahwa aku hanya bermain-main dalam mengungkapkan isi hatiku.
Ada satu hal yang harus kamu ketahui : kamu adalah laki-laki pertama yang pernah aku ungkapkan cinta! Dan sampai saat ini yaa... memang hanya kamu, Cinta! :D
Mungkin sampai disini dulu suratku. Lain kali akan kukirimkan lagi surat padamu.
Ingat, surat ini bukan hanya sekedar surat biasa, tapi surat yang ditulis oleh perasaan yang jujur dan tulus dari lubuk hati seorang wanita.


Salam cinta.


[Dibuat berdasarkan kisah nyata dari seorang teman. Mungkin ada beberapa juga di antara kita yang juga merasakan hal yang sama? ]

Spasiba! Kamsahamnida!

posted from Bloggeroid

2013/01/19

And now I LOVE SHINEE, I LOVE JONGHYUN, and I LOVE KYUHYUN!!! \(^o^)/

Dan sekarang adalah sesi curhat, setelah sekian lama saya nggak nge-blog :)

Asal Muasal Tapi Gak Asal-asalan

Dari judul post ini, I love K-Pop. Yeah, finally I love K-Pop, though before I hate it, because I thought that the boyband/girlband have a similar face. Their face are look similar..... I saw no difference of them!   >____<

Tetapi semua itu sekarang telah berakhir. Awalnya waktu saya lagi numpang ngerjain tugas di kosan temen saya yang saya panggil Mpeb. Waktu itu saya mau pake laptopnya dia karna saya belum punya laptop (puji Tuhan sekarang udah punya ^^). Di sela-sela ngerjain tugas, temen saya nyetel MV (Music Video) K-Pop. Tadinya saya gak mau lihat, karna di mata saya muka mereka sama semua -_____- Tapi karna temen saya ngajakin ngobrol dan ngenalin K-Pop ke saya, ya pastinya saya tanggepin, dan saya makin penasaran.

Singkat cerita, dia muterin MV SM The Ballad yang judulnya Hot Times. Saya perhatiin muka mereka satu-satu, semakin lama saya jadi bisa membedakan mereka!! *proud* :D Mpeb pun memperkenalkan mereka satu persatu pada saya. Mereka terdiri dari Kyuhyun, Jonghyun, Jay, dan Jino.
Di awal video itu saya lihat personil SM The Ballad yang kulitnya putih muluuuuuusss banged dan mukanya kayak anak kecil tapi agak tua tapi unyunya tetep gak hilang (?). Dalem hati saya bilang "dia unyu banged. ah tapi terlalu unyu sih, jangan deh, bikin saya minder". Terus pas saya lihat satu personil lagi yang kalo saya bilang dia itu kasep, ganteng pisan, dan satu hal lagi, dia mirip sama gebetan saya waktu di SMK dulu (--,) saya langsung terpesona *o*

SM The Ballad - Hot Times


Saya tanya ke Mpeb, "Mpeb, yang ini namanya siapa dah?". Dan senyum jahat Mpeb pun semakin menjadi. Dia jawab "Itu Jonghyun. Kenapa? Lu suka sama dia?". Dan dengan hati yang berdebar saya jawab, "Iya Peb, ganteng deh dia". Si Mpeb kaget dan ketawanya semakin... eeeerrrr......-_-
"Nanti lu lihat deh Mar, di akhir lagu ini tuh Jonghyun suaranya keren banged"
"Ah masa sih..."
Kemudian, gw sendiri pun ternganga waktu Jonghyun ngambil nada tinggi di akhir lagu itu. Bener-bener OWSOM!
"WOW...", saya ngomong gitu sambil mulut nganga.
"Nih ya Mar, gw tunjukin. Lu sukanya sama Jonghyun kan?"
"Iya dah.. Lu ada lagi videonya Peb?"
"Ada kok".
Dan betapa terkejutnya saya ketika melihat bahwa Jonghyun itu ternyata personilnya SHINee :|

Kim Jonghyun 김종현

This is Sparta...!!! eh.. SHINee!!! :) 샤이니

Inilah awal dari segalanya. Hidup saya pun mulai berubah sejak kejadian tersebut :|


Keadaan Saya Saat Ini... *oke ini lebay*

Akhirnya saya pun menjadi seorang Shawol (sebutan untuk fans SHINee). Saya mulai menyukai K-Pop perlahan-lahan, tapi mungkin bukan keseluruhannya, lebih ke SHINee-nya aja sih. Lumayan suka juga sama Super Junior, tapi biasa aja sih gak kayak suka sama SHINee.
Saya mulai ngoleksi lagu-lagu SHINee dari temen saya yang juga seorang Shawol, namanya Angel. Dan dia ini adalah orang yang tertawa paaaaaling puas waktu denger saya mulai suka K-pop. Dari yang sebelumnya saya bilang, kenapa saya kaget kalo ternyata Jonghyun itu personilnya SHINee, ya karena dia ini. Sial -_-
Emang sih, sebelumnya saya kan emang benci, erm, maksudnya, gak suka aja gitu, gak benci banged lah sama K-pop. Tapi sekarang semuanya udah berubah.
Dan seperti halnya sebagai seorang penggemar, apalagi masih baru, yaa tentu saja saya amat sangat antusias ketika ada hal yang berhubungan dengan SHINee, terutama Jonghyun.

Yap! Seiring berjalannya waktu, karena judulnya aja udah K-pop, ya pasti bahasanya Korea kan? Yakali pake bahasa Rusia ;) hehehe...
Karena hal itu, saya pun akhirnya mempelajari sedikit bahasa Korea, dimulai dari huruf Hangul nya. Yaa walaupun bahasa Rusia memang tetap prioritas saya tentunya, tapi saya memang membuka diri untuk bahasa asing, apapun! :D SAYA CINTA BAHASA!

Mulai Suka Sama Si Unyu... :|

Di cerita yang pertama tadi saya sempet bilang kan kalo saya suka sama yang kulitnya putih muluuuuuusss banged dan mukanya kayak anak kecil tapi agak tua tapi unyunya tetep gak hilang dan yang bikin saya minder juga?!?!
NAH! Sekarang saya mulai suka sama dia. Cho Kyuhyun. Dan yang lebih parahnya lagi, Cho Kyuhyun adalah personil dari Super Junior.

Cho Kyuhyun 초규현
Eeeiiittsss.... Kenapa saya kaget juga kalo Kyuhyun si unyu ini adalah personil Super Junior alias Suju?!?!
Ada kisahnya.
Jadi, pada suatu hari (jadi kayak dongeng gini), saya lagi ke toko buku (ini favorit saya) bersama teman saya yang namanya Karina. Waktu lagi jalan ke bagian majalah dan surat kabar, si Karina ini yang emang suka sama Korea, dia lagi lihat salah satu majalah yang membahas tentang segala hal yang berbau Asian Idols. Saya lihat di cover depannya ada sekitar 13 cowo yang jadi model cover majalah itu. Dan yang pertama kali terlintas di dalam pikiran saya adalah : "Ini kenapa satu orang fotonya berkali-kali ya? Model rambut sama bajunya aja nih yang dibedain. Gilak, rajin banged!"
"Kar, ini siapa deh? Kok fotonya berkali-kali gini ya? Rajin banged", kataku dengan tampang polos. Banged.
"Ye gila lu Mar, ini tuh Suju tau."
"Suju apaan?"
"Lu kagak tau Mar?!"
"Kagak."
"Ampun dah. Polos banged sih lu.. Ini tuh boyband Korea, personilnya 13 orang" (waktu itu Suju masih ber-13)
"HAH?!?! 13 ORANG?!?! Jadi ini orangnya beda-beda ya Kar, bukannya cuma satu orang?!"
"Ya kagaklah, lu liat dong ini beda-beda tau"
Tapi apa yang saya lihat adalah : wajah mereka semua SAMA.
"Oh iya dah iya. Maap ya, gue kan gatau..."

Oke sekian aja sejarahnya ya. Sekarang lanjut ke si unyu Kyuhyun.
Kedua kalinya saya suka sama si putih kinclong ini (yang pertama di MV Hot Times yang tadi), di MV SM The Ballad yang lain yang judulnya "Miss You". Sebenernya sih, saya udah ngeliat MV ini juga waktu sama si Mpeb, tapi gak terlalu perhatiin. Tapi suatu ketika, waktu lagi bosen-bosennya di kosan, saya iseng download MV Miss You. Pas saya perhatiin, di lagu ini kan yang dapet bagian awalnya si Kyuhyun, saya liatin dia, saya malah semakin suka. Saya puter ulang terus itu video, dan akhirnya jatuhlah saya pada si unyu ini. Dan saya paling demen di bagian ini.

Tampilan awal Kyuhyun di MV Miss You
SM The Ballad - Miss You


Awalnya saya dengerin terus lagu ini karena makna dari lagu ini yang berhasil bikin saya meneteskan air mata. Apalagi di lirik bagian reff nya ini (pas banged di bagian ini yang nyanyi Kyuhyun & Jonghyun ^o^) :

(규현) 내 사랑이 제자리로 오지 못하고
흘린 눈물만큼 멀리 가네요
(종현) 나는 잊어야 하죠 그대 너무 그리워
나를 아프게 할지는 몰라도 잊어요
 Translation:
[KYUHYUN] My love just can’t seem to reach you
Just as much as the amount of tears that flowed, it’s still far away to go
[JONGHYUN] I have to forget you, I miss you so much
Even if you never know how much it hurts, I will forget

Pokoknya lagu itu : KEREN! DAHSYAT! :')

Back to my Kyu~
Pokoknya semenjak itu saya mulai suka sama Kyuhyun. Jelas aja, saya mulai cari informasi tentang dia.
  • Nama lengkapnya Cho Kyuhyun, lahir tanggal 3 Februari 1988 (sebentar lagi dia ulang tahun ^^).
  • Kyu punya seorang kakak bernama Cho Ahra yang lebih tua 3 tahun dari dia.
  • Kyu adalah seorang Kristen yang sangat taat (ini yang bikin saya makin cinta sama Kyu ^_^).
  • Semenjak kecil, Kyu udah sangat aktif jadi penyanyi di gereja seperti mamanya yang merupakan anggota dari koor gerejanya Kyu. Selain nyanyi, Kyu juga main musik seperti piano dan klarinet di gereja sampai dia umur 18 tahun, sebelum debutnya dia bersama Suju.
  • Kyu debut sama Suju tahun 2006, dia itu Maknae, alias member termuda di Super Junior.
  • Waktu tahun 2007 dia pernah kena kecelakaan bersama dengan beberapa member Suju yang lain (Leeteuk, Eunhyuk, Shindong) sepulangnya dari Radio Kiss (saya baca berita ini bener-bener nangis), dan yang celakanya paling parah adalah Kyuhyun :'( Beberapa tulangnya patah, dan kata dokter ada sesuatu yang nyangkut gitu di bagian dadanya dia, dan itu mau gak mau harus dibedah tapi menyebabkan pita suaranya dia bakalan hilang juga. Kalo gak dibedah kayak gitu, kemungkinan dia hidup bakalan kecil banged. Padahal waktu itu kondisinya Kyu juga udah parah banged, kemungkinan dia hidup itu udah tinggal 20 persen :'( (saya beneran nangis lagi nulis kisah ini). Papanya Kyu (calon mertua saya) pun bilang ke dokter kalo dia gak setuju sama pembedahan itu karena itu bakal menghilangkan suaranya Kyu, secara Kyu itu kan seorang penyanyi, gak mungkin kan dia harus kehilangan suaranya. Kalaupun Kyu hidup, tapi kalo suaranya gak ada, sama aja itu mengubur impiannya Kyu. Jadi, kata papa Kyu lebih baik kesempatan hidup Kyu kecil daripada Kyu harus kehilngan suaranya. Dokter pikir papanya Kyu itu agak "gila" dengan mengambil keputusan itu, tapi papa Kyu kekeuh sama pendiriannya. Lalu dokter bilang ke papanya Kyu kalo mereka bakal cari cara lain, gimana supaya Kyu bisa tetep hidup dan suaranya juga utuh. Alhasil, doa mereka pun terkabul. Bisa dibilang ini mujizat dari Tuhan juga, Kyu kembali sehat dan suaranya utuh kembali. Sebenernya, dulu papa Kyu itu gak mengizinkan Kyu untuk jadi penyanyi. Kyu disuruh jadi lawyer, ngambil sekolah hukum. Tapi bisa kita baca tadi, kalo papanya Kyu ngebela-belain supaya suaranya Kyu jangan diambil. Papanya Kyu, orang yang tadinya menghalangi Kyu jadi seorang penyanyi, justru dia juga yang melindungi semua impian Kyu sebagai seorang penyanyi. Bisa kita lihat kan, betapa sayangnya orang tua kepada anaknya :')

Saat ini, kita semua bisa lihat kalo Kyu udah sukses bersama Super Junior. Ganteng, tampan, unyu, tatapannya bikin melting, suaranya kayak malaikat (kayak pernah denger aja), agamis, sayang sama keluarga, humoris... Aduuuhhh bener-bener bikin hati cewek tuh cetar cetir jeduar jedduuarrr deh pokoknya!!! (--,)
Tapi kalo saya pribadi ditanyain : "Kenapa suka sama Kyuhyun?" "Why do you love Kyuhyun?". Saya akan jawab : "For me, it's not "I love him because ......", but ".......... because I love him". It means that this love is so true :)" "Bagi saya bukanlah "Saya mencintai dia karena bla bla bla.....", tapi "bla bla bla...... karena saya mencintai dia". Maknanya, cinta saya ini memang sungguh-sungguh :)"

AAAAAAAHHHHHH MY KYUUU~~~~

Very cute my Kyu~~ :3
 

Segini dulu cerita singkatnya ya, namanya juga cerita singkat (ya iyalah -_-).
I will continue it next time ;)

I LOVE YOU CHO KYUHYUN! \(^o^)/

2012/12/31

Роза (Александр Сергеевич Пушкин)

Где наша роза,
Друзья мои?
Увяла роза,
Дитя зари.
Не говори:
Так вянет младость.
Не говори:
Вот жизни радость.
Цветку скажи:
Прости, жалею.
И на лилею,
Нам укажи.

posted from Bloggeroid

2012/12/27

Apa ini cuma mimpi? Part 1

BAB I

MIMPI PERTAMA...

"Arlene!!! Ayooo cepat bangun!!! Sekarang sudah pukul 5.30. Cepat bangun pemalas!!". Teriakan mama yang dahsyat membuatku terbangun dan melihat jam wekerku. Astaga! Hari ini ada ujian dan aku belum berangkat sekolah juga?! Mati aku!
Aku melompat dari tempat tidurku, mengambil handuk, dan berlari menuju kamar mandi. Hari ini ujian matematika dan aku terlambat, sungguh pagi yang sangat "indah"!
Ketika selesai mandi aku langsung berpakaian dan yaaa ini sangat tidak rapi. AKU BELUM MENYETERIKA SERAGAM SEKOLAHKU! Ah sudahlah, aku tidak peduli!. Aku memakai dasi, menyisir rambutku yang bergelombang dan cukup panjang sebatas setengah punggung, lalu memakai kaus kaki putih dan sepatu pantopelku yang berhak 4 cm.
Aku mengambil buku yang akan kubawa, memasukkannya ke dalam tasku, dan berlari keluar kamar. Dan untungnya mamaku sudah menyiapkan bekal makanan untuk kubawa ke sekolah. Tak terasa sudah pukul 6.00, sedangkan aku masuk pukul 7.00. Jarak dari rumah ke sekolahku memang sangat jauh. Sekitar satu jam perjalanan, itupun kalau jalanan lancar. Setiap hari hantu "macet" selalu menggentayangi kota ini. Kotaku tercinta. Kota kelahiranku. Jakarta.
"Mama, aku pergi dulu yaaa...", aku berpamitan dengan mama, menjabat dan mencium tangannya. Itulah tradisi kami. Papaku sudah menunggu di luar menunggangi motornya yang cukup tua untuk mengantarku menuju halte bus transjakarta.
"Ayo pa, berangkaaaaatt....!!", ucapku sembari menaiki motor papa. Dengan kecepatan 80 km/jam ayah mengendarai "kuda" tua itu dihiasi oleh suara gedek-gedek nya yang khas seperti suara sepatu kuda. Hahaha motor yang unik, bukan?
"Aku berangkat ya pa, udah telat banged nih", aku menjabat dan mencium tangan ayah. Aku langsung berlari menaiki tangga penyeberangan dan menuju halte bus yang terletak di tengah-tengah trotoar pembatas jalan.
Kulihat jam tanganku yang berwarna silver, dan jantungku langsung berdegup karena waktu telah menunjukkan pukul 6.15. Ketika aku memasuki halte, betapa gembira hatiku ketika melihat bus yang akan tiba dari kejauhan dan antrian pun gak terlalu banyak.
Huuhhh... Akhirnya aku dapat menaiki bus walaupun berdesakan pastinya, tapi aku tidak boleh bersantai begitu saja karena aku tentu akan terlambat. Tapi kupikir segala sesuatu pasti akan mungkin terjadi. Aku percaya itu. Nothing is impossible. Segala sesuatu memungkinkan bagi Tuhan. Bisa saja aku tidak terlambat. Who knows?
Daaaaannn yak! Aku tidak terlambat! Ketika aku memasuki lobby sekolah, bel tanda masuk langsung berbunyi. Di sekolahku pada pagi hari sebelum pelajaran dimulai, diadakan Tadarusan bagi umat Islam, dan untuk yang Kristen diadakan Saat Teduh. Aku berlari menuju ruang kelasku. Ketika sampai aku langsung mengambil Alkitabku dan berlari ke ruang multimedia untuk mengikuti ibadah Saat Teduh.
"Wah Arlene, telat lo ya?! Jiahahaha", ledek salah satu temanku.
"Iya! Bawel ah lo!", balasku jutek.
Saat teduh pun dimulai. Kami mengawalinya dengan menyanyikan lagu puji-pujian bagi Tuhan. Tak lama kemudian masuklah salah seorang adik kelasku, dia laki-laki, dan yaaa cukup tampan bagiku. Dia duduk 3 baris di sebelah kananku. Sebagai seorang remaja perempuan, tentu saja aku terpana melihat adik kelas yang indah dipandang itu. Hatiku berdebar. Tapi kupikir-pikir dia orangnya sangat cuek, dan kenapa aku baru melihat dia sekarang ya? Aku kelas 3 dan dia kelas 2. Sepertinya dia baru selesai menjalani praktek kerja di industri. Ya, tentu saja. Sekolahku adalah sebuah sekolah kejuruan di bidang pariwisata. Setiap siswa yang sudah duduk di kelas 2 diwajibkan untuk mengikuti praktek kerja industri.
Aku bertanya-tanya, siapa nama anak itu? Aku pikir aku mulai menyukainya. Ah, bodoh sekali aku, pikirku. Dia tidak sendirian. Dia bersama temannya, dan aku pun tidak tahu siapa nama temannya itu. Ya sudahlah, mungkin suatu saat nanti aku akan tahu...
Pada jam istirahat ketika aku menuju kantin, aku melihat anak-anak kelas 2 sedang mengikuti pelajaran olahraga. Beberapa ada yang sudah istirahat, sebagian lagi masih bermain futsal. Lalu aku melihat anak lelaki yang tadi! Wooooww... Dia lagi main futsal, ya ampun makin ganteng aja, khayalanku menari-nari memenuhi otakku. Ketika aku duduk di bangku kantin, ada seorang adik kelas yang menyapaku dan mengajakku ngobrol, namanya Juliette. Ternyata dia satu kelas dengan anak lelaki itu!!! Aku pun menanyai adik kelasku tersebut nama dari anak lelaki itu. Christian. Christian Leonard.
"Christian...", ucapku sambil memandangi anak lelaki yang sedang asyik bermain futsal itu.
"Iya kak, namanya Christian Leonard. Kakak mau aku kenalin sama dia?", tanya Juliettte. Dan aku? Tak berkutik!
"Atau kakak mau nomor handphone nya? Aku punya kok", sambungnya penuh semangat ingin membantuku. Oh Juliette please... Aku jadi salah tingkah nih...
"Oh, nggak usah Juli, aku cuma pengen tahu aja kok. Soalnya aku cuma penasaran sama namanya, dan gak ada maksud apa-apa. Hehehe...", tolakku dengan halus, padahal hatiku ingin sekali mengetahui dia lebih jauh.
Christian Leonard.
Sepanjang jam pelajaran nama itu selalu terngiang di otakku, aku tak dapat berkonsentrasi mengikuti pelajaran. Tapi untung saja ulangan matematika sudah tuntas! Huuufffttt.... Aku bebas memikirkan Christian.
"Len, minjem handphone lo dong"
"............."
"Len, minjem handphone..."
"............."
"Arlene Samantha! Eh buset dah minjem handphone! Budek lu yee!", bentak temanku karena aku tidak mendengarnya memanggilku. Ia duduk di belakangku.
"Eh maaf Pooja, gue gak denger. Hehehe... Nih handphone nya", ucapku seraya memberikan handphone.
"Lu lagi mikirin apaan sih Len? Dari tadi nih gue perhatiin lu itu bengooong aja, senyum-senyum sendiri lah, aneh banged. Lu kenapa sih? Lagi jatuh cinta yaa?? Ciyeee akhirnya seorang Arlene hatinya diluluhkan! Salut gue! Siapa sih Len? Cerita dong sama gue!", celoteh Pooja yang sangat bawel itu.
"Yaelah ni India, bawel banged dah! Entar juga lu tau kok..."
"Aaahhh Arlene, cerita dong.... Ada apaan sih?? Cerita kek...", Pooja memohon kepadaku.
Aku dan Pooja memang sangat akrab. Apapun yang terjadi pasti aku ceritakan padanya. Begitu juga dia. Kami saling terbuka dan memiliki hobi yang sama yaitu menyanyi dan mendengarkan lagu-lagu wedding dan romantis. Kami sangat menikmati lagu-lagu itu! So sweet...
"Pooja, gue lagi demen nih sama seseorang. Tapi dia adik kelas kita!", akuku sedikit malu.
"Waaahhh ciyeeee Arleneeee.... Tuh kan gue bener! Siapa Len? Siapa namanya??", tanya Pooja penasaran.
Aku menarik napas panjang, "Christian Leonard".
"Christian Leonard? Gue baru denger deh Len. Dia kelas berapa?", tanya Pooja yang semakin penasaran.
"Kelas 2 Perhotelan".
Waktu menunjukkan pukul 3 siang, bel pun berbunyi dan itu tandanya pelajaran hari ini telah berakhir. Seperti biasanya aku pulang naik bus transjakarta. Sendirian.
Aku pun memasuki halte dan ikut mengantri menunggu bus tentunya, sambil masih memikirkan Christian. Oh Christian... Aku.. Aku.. Sepertinya aku benar-benar dimabuk asmara. Aku baru merasakan cinta pada pandangan pertama! Khayalanku terus menjelajahi otakku. Gelora asmara yang tidak seperti biasa aku rasakan sebelumnya, kali ini berbeda! Entahlah... Aku merasa gembira ketika memikirkan nama Christian Leonard...
"Hai kak", sapa seseorang di belakangku. Aku pun menoleh dan... ASTAGA! CHRISTIAN MENYAPAKU! Jantungku berdegup sangat kencang, dadaku sesak, aku seperti tak dapat bernafas. Mataku membelalak tidak percaya bahwa ITU CHRISTIAN! Aku terdiam, tak dapat berkata sepatah kata pun. Ini seperti mimpi!
"Kak? Kenapa?", tanya Christian kepadaku.
Ya Tuhaaaaannn.... Aku benar-benar gak nyangka kalau Christian akan menyapaku. Tapi aku heran, kenapa Christian naik bus transjakarta? Padahal temannya bilang kalau rumahnya dia itu di daerah Duren Tiga dan yang pasti dia selalu naik kopaja P 20. Dan satu hal lagi, dia menyapaku? Darimana dia tahu mengenai aku? Sepertinya aku belum pernah bertegur sapa dengannya... Well, memang belum pernah.
"Eh, errrmm oh, enggak kok, enggak ada apa-apa. Halo juga...", jawabku terbata-bata. Gila, aku jadi salah tingkah begini ada Christian, waduuuhhh gawat nih, pikirku cemas.
"Kakak pulang sendiri ya? Rumah kakak di mana emangnya?", tanyanya lagi.
"Aku selalu pulang sendiri kok. Rumahku di Pulo Gadung. Kalo kamu?", tanyaku untuk memastikan.
"Duren Tiga kak. Tapi aku lagi mau jalan jauh nih, males di rumah. Aku ikut anter kakak aja ya? Boleh kan?", Christian memohon.
Sekali lagi, aku membisu! Tak tahu apa lagi yang akan ku ucapkan. Rasanya aku ingin teriak : YA! TENTU CHRISTIAN! TENTU SAJA! AKU SANGAT SENANG KAMU MENEMANIKU! MENEMANIKU UNTUK SE-LA-MA-NYA!!! Yaaah tentu saja tidak mungkin aku berkata selancang itu.
"Kamu yakin? Itu kan jauh banged kali. Nanti kalo kamu pulang kesorean gimana? Gak dicariin apa nanti sama orang tua kamu?"
"Enggak kok kak. Aku juga pengen ngobrol kok sama kakak. Boleh ya kak..", Christian memohon lagi.
Aku lemah. Amat sangat lemah dibuatnya. "Baiklah. Tapi jangan bosan ya di jalan", izinku.
"Oke deh, thanks ya kak Arlene", jawab Christian penuh semangat.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman hangat, karena hatiku terlampau gembira. Christian Leonard! Pencuri hatiku...
Sepanjang perjalanan aku dan dia berbicara tentang kisah-kisah ketika masa praktek kerja industri. Aku menceritakan bagaimana masa-masa praktek kerja industriku, dan dia pun melakukan hal yang sama. Semua yang dia ceritakan sudah diceritakan oleh temannya, Juliette.
Ketika sampai di halte transit Dukuh Atas, antrianku terpisah darinya, namun aku dan dia masih bisa saling melihat. Tak lama kemudian bus pun datang dan kami memasuki bus tersebut. Christian berada di bagian belakang, sedangkan aku berada di depan. Bus yang kami tumpangi adalah bus gandeng jadi sangat sulit bagiku dan Christian untuk dapat bertemu karena bus tersebut juga penuh sesak.
Mataku selalu mencari-cari Christian, dan ketika melihatnya hatiku menjadi amat lega. Christian pun melihatku. Tatapan matanya yang begitu tulus membuat hatiku luluh. Ya Tuhan, apa ini yang namanya cinta? Aku... Aku... Aku bahagiaaaaa....
Pemberhentian berikutnya halte Pramuka BPKP. Biasanya di halte ini banyak orang yang transit menuju ke Tanjung Priuk atau Cililitan. Dan aku nampak Christian terdorong oleh kerumunan orang banyak yang mengakibatkan dia juga ikut turun di halte itu.
"CHRISTIAN.......!!!!"
Aku terlambat. Ya, aku terlambat turun. Pintu bus sudah terlanjur tertutup dan bus melanjutkan perjalanannya. Sial, pikirku. Aku pun belum meminta nomor handphone-nya. Sekali lagi, sial!
Lalu aku pun memutuskan untuk turun di halte berikutnya dan kembali lagi ke halte Pramuka BPKP. Aku mencari-cari Christian tetapi aku tidak menemukannya. Aku menunggunya di halte tersebut sampai tak terasa senja telah tiba. Aku pun kembali ke rumah, dan menangis. Entah kenapa hal seperti ini membuatku menangis. Padahal, aku dikenal sebagai anak yang sangat sulit untuk mengeluarkan setetes air mata. Aku sangat sulit untuk menangis, tetapi kali ini, seorang Christian berhasil membuatku menangis. Seorang gadis sepertiku? Mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta?


To be continue...

2012/10/19

Takkan Ada Lagi

tidak,
aku tidak akan melupakanmu
walau tampak ku acuhkanmu

ketahuilah,
perasaan ini bagaikan sungai
yang akan mengalir selamanya

bukan,
bukan seperti bunga
yang hanya berkembang di musim semi

maaf,
kulakukan semua ini
agar rasa ini pudar

jangan,
jangan pernah terlintas di pikiranmu
untuk menjauh dariku

cinta,
ya tentu, cinta
yang tak boleh terjadi di antara kita

rasa,
hanya akan kupendam
akan terkubur di dalam lubuk hatiku

untukmu,
takkan ada lagi..

posted from Bloggeroid

Демоны и Ангелы

ku tutupi hatiku dengan selimut dusta
menutup mataku dari kenyataan perasaan...

kutemukan jurang pemisah yang sangat curam di antara kita
yang takkan dapat kita lewati


suatu kisah klasik
yang mungkin bukan hanya kita yang mengalami

minyak dan air
gelap dan terang
iblis dan malaikat
kamu dan aku

berbeda,
tak dapat bersatu

kulepaskan genggaman cinta ini
kubuang jauh, kubiarkan ia mengalir hingga samudera

biarlah, biar
tak ada seorangpun yang dapat menemukannya lagi
tanpa terkecuali kita

takkan ada lagi cinta
takkan ada lagi rasa
takkan ada lagi kisah
takkan ada lagi kisah rasa cinta..

yang ada hanyalah kita,
kawan..
yang ada hanyalah kita,
kenangan..

suatu kisah
yang memiliki ujung
tak menentu..

namun kita, hanya kenangan..

posted from Bloggeroid

2012/08/09

Aku menyayangimu, "kakak" ku :)

Aku...
Aku tak paham dengan rasa ini
Aku tak tahu harus berbuat apa
Apakah aku mencintai dia?
Aku rasa... aku memang mencintainya
Tapi... iman kami berbeda :'(
Itulah yang membuatku menghindari perkataan tersebut...
Aku tak boleh jatuh cinta padanya, tidak boleh! tidak akan! takkan mungkin!
Aku dan dia takkan mungkin dapat bersatu...
Aku dan dia memang sangat akrab, ya... kami memang dekat, namun itu semua hanya sebatas kawan, dan aku juga tak inginkan sesuatu yang lebih darinya.
Tetapi, rasa ini takkan bisa berbohong. Setiap aku berinteraksi dengannya, ada perasaan bahagia tersendiri yg aku rasakan...
Ini sangat berbeda dari yang sebelumnya dan sangat berbeda pula ketika aku melakukan hal yang sama dengan orang lain...
Apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya?
Ketika aku mendengar bahwa dia memiliki penggemar dan dia pun mendekati orang itu, aku sangat senang. Jujur, aku sangat senang.
Namun, entah kenapa hatiku memberontak.
Hatiku seperti tak merelakan, tak ikut bahagia seperti apa yqng aku lakukan. Berulang kali aku mencoba untuk mengendalikan perasaanku... AKU GAGAL! Aku tak tahu apalagi yang bisa aku perbuat...
Ya... terkadang cinta memang butuh pengorbanan...
Aku bahagia melihat dia bahagia :)
Sungguh sangat bahagia melihat dia kini telah memiliki tambatan hatinya lagi setelah sekian lama dia tersakiti hatinya oleh seorang wanita...
Dia menceritakan hal-hal tersebut padaku, dan aku pun menceritakan kisah-kisah cintaku kepadanya. Kami saling bercerita, mencurahkan isi hati, dan sebagainya. Aku lebih senang jika dia menjadi kakakku ketimbang menjadi kekasihku.
Aku merasa nyaman dengan kondisiku seperti ini dengannya, aku menjadi seorang adik baginya, dan dia menjadi seorang kakak bagiku. Tempat aku mencurahkan isi hatikuketika suka dan duka melanda diriku...
Aku menyayangimu "kakak" ku (ง´▽`)ง
Kita akan selalu menjadi seperti keluarga yang saling melengkapi. Aku tak akan sungkan mendengarkan keluh kesah dan bahagiamu.
Apapun itu, aku akan selalu bersedia menjadi pendengar setiamu, memberikan saran, dan menjadi teman canda tawamu :')

Bahagiaku, bahagiaku...


Dari adikmu yang menyayangimu selalu...

Мария Пэтрисия ♡(\ ´▽`)/♡

posted from Bloggeroid

2012/05/23

Aku Rindu... Kamu.

Aku rindu...
Kamu yang dulu.
Aku rindu...
Kamu yang selalu perhatian.
Aku rindu...
Kamu yang selalu ada untukku.
Aku rindu...
Kamu yang menghapus air mataku.
Aku rindu...
Kamu yang buatku bahagia.
Aku rindu...
Kamu yang menghibur aku disaat ku merasa sedih.
Aku rindu...
Kamu yang menjagaku disaat ku merasa terancam.
Aku rindu...
Kamu yang menemaniku disaat aku kesepian.
Aku rindu...
Kamu yang membuat hatiku riang disaat ku merasa sepi.
Aku rindu...
Kamu yang selalu mengkhawatirkan aku.
Aku rindu...
Kamu yang selalu memedulikan aku.
Aku rindu...
Kamu yang selalu mendengarkan curhatku.
Aku rindu...
Kamu yang menjadi dirimu apa adanya.
Aku rindu...
Kamu yang selalu bilang "I Love You".
Aku rindu...
Kamu yang selalu memperhatikanku disaatku sedang bekerja :)
Aku rindu...
Kamu yang selalu memberikanku nasehat.
Aku rindu...
Kamu yang selalu memperingatkan aku hal-hal kecil yang terkadang aku remehkan.
Aku rindu...
Kamu yang tidak berhenti menyemangatiku.
Aku rindu...
Kamu yang suka menceritakan hal-hal unik tentang dirimu.
Aku rindu...
Kamu yang selalu memelukku.
Aku rindu...
Kamu yang selalu memberikan senyuman hangat setiap hari.
Aku rindu...
Kamu yang selalu membelikanku es krim.
Aku rindu...
Kamu yang selalu membelikanku susu X))
Aku rindu...
Kamu yang telah membuat hari-hariku berwarna.
Aku rindu...
Kamu yang bagiku adalah seseorang yang paling berbeda.
Aku rindu...
Kamu yang memiliki sifat iseng yang membuatku terhibur X))
Aku rindu...
Kamu yang selalu menghubungiku setiap hari.
Aku rindu...
Kamu yang selalu setia.
Aku rindu...
Kamu yang selalu bilang "I Miss You".

Aku rindu...
KAMU.


Dedicated to someone special in my life :)
My dearest heart :)
(JP)

posted from Bloggeroid

2012/05/20

Sastra Rusia, impianku yang terpendam...

Ya Tuhan, kenapa aku harus menghadapi semua ini?
Aku sudah memendam cita-citaku semenjak di bangku kelas 1 SMP, yaitu memasuki dunia kesusastraan.
Dan pilihanku adalah sastra Rusia.
Ya, semenjak aku kelas 3 SMP, keluarga kami mengalami masalah ekonomi.
Akhirnya akupun mengalah dan memendam cita-citaku yang ingin memasuki dunia SMA dan melanjutkan kuliah mengambil jurusan sastra Rusia.
Aku memasuki dunia SMK jurusan Perhotelan. Di sini aku sama sekali belum mengenal bagaimanakah dunia hotel itu?
Pekerjaan apa saja yang ada di dalam hotel?
Aku sama sekali tidak tahu.
Aku masih amat sangat buta.
Tapi karena aku merasa ingin meringankan beban orang tuaku, aku lupakan mimpiku sejenak, aku kubur mimpiku dalam-dalam.
Sejujurnya aku memang amat terpukul, namun apa dayaku?
Aku berharap dengan masuknya aku ke dalam dunia perhotelan ini, aku akan membahagiakan orang tuaku.
Namun apa yang terjadi?
Setelah aku mempajari dunia perhotelan ini, pada awalnya aku pun sudah agak tidak nyaman, karena aku pikir aku tidak akan cocok bekerja di hotel.
Belum lagi aku memiliki penyakit lemah jantung yang telah aku derita semenjak SMP.
Bekerja di hotel bisa dibilang cukup melelahkan fisik, sedangkan jika dibandingkan dengan penyakitku itu, ya tentu saja umurku bisa dibilang tidak lama lagi. Aku tidak boleh kelelahan. Namun aku tetap melanjutkan studiku di sebuah SMK Negeri jurusan perhotelan.
Satu tahun pun terlewati. Dan saatnya aku melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ketika aku kelas XI. Aku Prakerin di sebuah Hotel bintang 5 di Jakarta dan ditempatkan di bagian Housekeeping.
Ya, bayangkan saja dengan fisik yang lemah dan penyakitku yang acap kali kambuh ketika aku terlalu lelah, aku ditempatkan di bagian Housekeeping Department.
Untunglah di hotel ini anak-anak training diberikan kemudahan, yaitu mengerjakan satu section kamar yang dikerjakan oleh dua anak training, yang jumlah sama dengan senior yang mengerjakan satu section kamar sendiri.
Namun terkadang para trainee diberikan kamar yang lebih karena menferjakan berdua.
Dan pada suatu hari ketika hotel occupancy melonjak drastis, dalam satu section kami mendapat 28 kamar yang semuanya Check Out.
Aku pun kebagian 28 kamar bersama dengan temanku.
Dan alhasil, dari pukul 9 pagi sampai pukul 7 malam aku belum dapat menyelesaikan semua kamar hingga aku pingsan.
Supervisor kami di Housekeeping segera datang dan membawaku ke klinik di hotel.
Aku pun diantar pulang ke rumah.
Keesokan harinya aku langsung sakit dan izin tidak masuk kerja dulu.
Penyakitku kambuh.
Aku sesak napas, jantungku berdebar-debar tak karuan, kepalaku sangat sakit dan semua badanku biru, entahlah rasanya badanku ini sendi-sendinya sudah lepas semua.
Aku terbaring lemah di rumahku.
Dari sini aku berpikir, apakah aku bisa melanjutkan kerja di dunia perhotelan nantinya ketika aku lulus?
Baru seperti ini aku sudah serasa ingin mati, bagaimana nanti jika aku bekerja yang sesungguhnya?
Entahlah apa yang akan terjadi.
Aku mengikuti masa-masa prakerin selama 6 bulan lamanya dan masuk sekolah kembali pada 6 bulan berikutnya di kelas XI.
Lalu aku pun naik ke kelas XII. Di sini aku sudah memiliki rencana untuk mewujudkan kembali mimpiku dengan mengikuti ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Namun apa yang terjadi?
Tepat seminggu sebelum aku mengikuti Ujian Nasional SMA/SMK, ibuku tiba-tiba terserang penyakit stroke.
Aku merasa sangat hancur, ya, sangat hancur.
Tak terbayangkan seminggu lagi aku akan ikut Ujian Nasional, tapi musibah ini malah menimpaku.
Terlintaslah di pikiranku untuk mengubur lagi impianku.
Aku pun ikut Prakerin ke Malaysia selama 6 bulan dan mengikuti studi D1 selama 6 bulan berikutnya.
Lagi-lagi perhotelan!
Dan sekarang, setelah aku akan menyelesaikan studi D1 ini, kawanku menawarkan beasiswa Bidikmisi kepadaku.
Tentu saja aku tak akan menyianyiakan kesempatan ini.
AKU INGIN KULIAH! AKU INGIN KULIAH SEPERTI YANG LAIN! AKU INGIN MERAIH IMPIANKU!
Impianku bukanlah menjadi orang yang memiliki banyak uang, tetapi aku ingin mendalami ilmu sastra, dan menjadi seorang yang berkecimpung ke dalam dunia jurnalistik, BUKAN PERHOTELAN!
Aku mencintai dunia kesusastraan, segala sesuatu yang berhubungan dengan sastra,khususnya Sastra Rusia.
Dengan begitu, aku ingin sekali berbaur dan memiliki banyak teman dari berbagai belahan dunia.
Tidak muluk-muluk, menjadi seseorang yang "ber-uang", bukanlah prioritasku. Tetapi cintaku kepada sastralah yang amat aku idamkan.
Dan yang terjadi sekarang adalah, banyak orang menentangku untuk memasuki dunia sastra.
Tentu saja mereka adalah orang-orang dari dunia perhotelan.
Mereka tidak tahu betapa besar kecintaanku kepada sastra, dan berapa lama mimpiku ini aku pendam!
Aku tahu, orang tuaku memang tidak mampu untuk membiayaiku kuliah, maka dari itu mereka pun menyuruh aku untuk bekerja sambil kuliah.
Tapi aku mencari kampus yang memiliki jurusan sastra Rusia tidak ada kecuali UI dan UNPAD.
Apakah aku harus mengubur impianku ini untuk selamanya?
Apakah aku memang ditakdirkan untuk tidak berkecimpung ke dalam dunia sastra walaupun aku mencintainya, khususnya Sastra Rusia?
Aku tak tahu, berapa lama aku akan bertahan bila aku bekerja di dunia perhotelan.
Mungkin umurku tidak lama lagi.
Jika penyakitku kambuh dan benar-benar parah, aku tak tahu lagi...
Ini jantung, bukan ginjal yang ada dua..
Jantung hanya satu...

Aku harap, dengan adanya bidikmisi ini aku bisa mengikuti kuliah seperti yang lain, dan aku dapat mewujudkan mimpiku mendalami ilmu Sastra Rusia.
Aku percaya Tuhan akan membantuku.
Tuhan akan mendengarkan dan menjawab seruanku!
Aku harus bisa!



_

posted from Bloggeroid

2012/03/19

Chino y Nacho - El Poeta lyrics and translation

Chino & Nacho - El Poeta

Naci para amarte
Yo te daria lo que quieras
Mi corazón mi vida entera
Tú pide que yo te voy a complacer

Quiero recordarte
Que yo soy tuyo cuando quieras
Que yo te amo a mi manera
Quisiera que un dia fueras mi mujer
Mi mujer

Y a si juntos poder algun dia
Vivir la alegria de darnos placer
La razon de esta sutil melodia
De una poesia que te quise hacer

Por ti me he vuelto un poeta
Hago rimas en mi vieja libreta
Miro al cielo esperando un cometa
Para pedirle un deseo
Y es que te traiga hasta aqui

Por ti me he vuelto un poeta
Ya yo tengo mil hojas repletas
Un armario de paginas completas
Que he escrito cuando te veo
Y eso me hace feliz
Muy feliz, feliz, feliz, feliz
Feliz, feliz, feliz

Me hace feliz tenerte
Y es que me imagino al lado tuyo hasta la muerte


English
The poet

I was born to love you
I'd give you whatever you want
My heart, my whole life
You just ask and I'll please you

I want to remind you
That I'm yours whenever you want me
That I love you in my own way
I hope one day you'll be my wife
My wife

And so, together we'll be able
To live happily, one day
The reason of this subtle song
Is a poem that I wanted to write to you

For you I've become a poet
I'm writing down rhymes in my old notebook
I'm looking at the sky waiting for a falling star
To make a wish
And to bring you up here

For you I've become a poet
I've already wrote down a thousand
Of full, complete pages
I'm writing them down whenever I see you
And that makes me happy
So, so, so happy
Happy, happy, happy

Having you makes me happy
And I can see myself by your side until death

posted from Bloggeroid

2012/03/17

Loving you is suicide

My heart feels like it wants to suicide.
You gave me love, but now what?
Now you already changed.
Why?
Is this because of the distance?
If yes, it shows that you don't really love me.
If you really do, I think you can keep your heart for me like I do, because I really love you my dear :')
Please be faithful.
Do you know how does my heart feel??
I can't describe, because it's too hard to describe :'(
And also, don't ever get jealous to me. Do you know why?
Because I can keep our love, and I really love you..
:-*

posted from Bloggeroid

2012/01/22

it's about my story, my life..

heeemmmmm.......
i dont know what i'm doing now, but let me to share all of my story here :)
hehehehehe
^o^v